Powered by Blogger.

Just a Little Stories

sekedar caraku untuk mengerti apa itu hidup? untuk apa aku hidup? dan seperti apa aku menjalani hidup..



                                            

Namanya Elon Musk, kalo lo ke toko buku sekarang dan pergi ke bagian Biografi, lo bakal nemuin buku-buku tentang doi memenuhi rak-rak disana.

Wajar aja, Sosok Bapak-bapak berusia 46 Tahun ini emang keren dan menginspirasi sih. di juluki 'Iron Man' versi dunia nyata, dia adalah manifestasi dari 3 hal pemutar peradaban milenial. Bisnis, Teknologi dan Transportasi masa depan berupa mobil listrik, dan roket luar angkasa yang bisa ngangkut manusia ke mars dan tinggal disana. gokil ga?

Dia ini orang gila kalo gw bilang. Mimpi-mimpinya diluar nalar sehat kebanyakan orang. Tapi dengan keseriusan, kerja keras dan dedikasi yang tinggi dia bisa buktiin kepada dunia kalo ide-idenya bukan sekedar isapan jempol belaka. dia pernah bilang :
" kalo ada sesuatu yang lo anggep penting, lo pasti bakal ngelakuin itu walaupun lo tau pada akhirnya lo gak akan dapat keuntungan darinya-".
Sebuah tamparan keras buat orang-orang macem gw yang suka meremehkan mimpi dan cita-cita sendiri karena menganggap itu terlalu tinggi. huft..

Di usia 12 Tahun dia berhasil menyelesaikan proyek pertamanya berupa game sederhana yang dia jual $500 ke majalah komputer. kalo orang-orang bilang "Nah itu, orang mau sukses mah dari kecil udah keliatan." Yesss.. nyatanya dari kecil Elon Musk Selalu selangkah lebih maju dari orang lain. Pantes aja kan kalo sekarang kita masih ribut-ribut soal pilkada dan agama doi udah bisa bikin mobil listrik sport, mobil terbang dan pesawat luar angkasa. hehehe

Fikirannya jauh kedepan. kemampuannya menangkap peluang bisnis juga di atas rata-rata. Musk cuma memulai perusahaan di bidang yang berpotensi buat berkembang. Pada tahun 1998, bidang ini adalah Internet. dia bikin Zip2, abis itu PayPal, keduanya berhasil berkat ledakan Internet. Terus Doi mengidentifikasi tiga bidang lain dan mulai masuk ke dalamnya. SpaceX (transportasi ruang angkasa), Tesla Motors (mobil listrik), dan SolarCity (tenaga surya) datang sebagai pelopor di industri dengan pertumbuhan yang tinggi dan kompetisi rendah. dari sini kita belajar, kalo masa depan itu nyata dan alangkah baiknya kita mengisi angan-angan tentang masa depan dengan hal-hal baik. jangan kasih sedikitpun ruang untuk pesimistis. Kata dia :
" Kalo elo bangun pagi dan percaya bahwa masa depan akan menjadi lebih baik. maka harimu akan indah. tapi kalo lo bangun dengan keputusasaan dan keraguan, maka itu adalah hari yang buruk."
Sing penting yakinnn bosss..

"Kegagalan adalah sukses yang tertunda." kita mungkin udah gak asing cenderung basi dengan quotes di atas. kita hafal, tapi kita gak pernah bener-bener berani gagal kan?? beda sama Elon Musk, dia pake 100 juta dari total 165 juta dollar yang dia dapet dari hasil penjualan paypal buat mendirikan spaceX. dia tau kalo ngirim roket keluar angkasa itu gak gampang dan pasti gagal, makanya dia invest hampir 70% dari duitnya buat "bayarin" kegagalan. bener aja, peluncuran roketnya gagal sampe 3 kali. baru pada percobaan keempat dia berhasil dan langsung dapet kontrak senilai 1,6 Milyar Dollar dari NASA. bayangin kalo dari awal dia gak siap buat gagal? atau dia berhenti hanya sampai percobaan ketiga? Pasti amsyong doang yang dia dapet. Sekali lagi dia tau persis apa yang dia lakukan dan dia meyakininya.
“Kegagalan adalah pilihan. kalo hal-hal yang Elo bikin nggak gagal, lo bakal kurang berinovasi,” katanya.
Gw kadang suka malu kalo abis baca kisah-kisah orang hebat macem ini. bukan apa-apa, kita dilahirkan di dunia yang sama, dikasih kesempatan yang sama juga oleh Tuhan untuk hidup dan belajar banyak hal, tapi kenapa dia bisa tapi gue engga?
Oke, nasib dan keberuntungan setiap orang boleh beda, tapi setidaknya untuk tidak menyerah dengan apa yang gw yakini, dan dengan apa yang gw impikan masa gw gak bisa nyamain dia??

Now, How About You?
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
( image by google )



Tulisan ini di picu oleh sebuah quotes inspiratif yang gue temukan di twitter beberapa hari yang lalu. quotes itu berbunyi :

" Bukan seberapa besar masalah dalam hidup kita. tapi bagaimana respon kita terhadap masalah tersebut itulah yang terpenting."

Dulu gue pernah punya manager, satu hal yang bikin gue selalu ingat sama dia adalah motto hidupnya yang selalu dia dengungkan dan sampaikan kepada para karyawan setiap breafing. katanya begini :

"Apapun yang terjadi, jangan membiasakan diri melakukan B.E.J. ( Blame, Excuse, Justification ) ."

Dan gue sangat setuju. terkadang, ketika sebuah kesalahan kita lakukan, atau ketika sebuah hal buruk menimpa kita, kita enggan untuk melakukan instropeksi atau mencari solusi. Kita lebih suka melakukan pembenaran, beralasan, bahkan lebih parahnya lagi menyalahkan orang lain dan keadaan.

Satu contoh adalah baru-baru ini, ketika kondisi ekonomi lagi gak karuan, para pelaku usaha mengeluhkan Omset mereka yang terjun bebas, boro-boro profit. Nggak bangkrut gara-gara kebanyakan nutupin defisit keuangan aja untung. lalu sebagian besar dari kita berteriak menyalahkan banyak hal, dari mulai pemerintah, dollar, sampai tukang parkir ikut disalah-salahin.

Padahal kalo kita mau membuka mata hati dan fikiran kita lebar-lebar, sepahit apapun kondisi perekonomian saat ini, itu akan menjadi sebuah tantangan kalo saja kita bisa meresponnya dengan positive. dan ketika kita menganggapnya tantangan, fikiran kita pun akan fokus untuk mencari solusi. tapi kalo dari awal respon mental kita udah B.E.J, ya boro-boro mikirin solusi, otak jadi males dan isinya cuma : salah pemerintah!! salah kuda lumping!! salah si ini!! salah si anu!! blablabla.

Gue jadi inget sebuah artikel yang di tulis oleh Prof Rhenald Kasali dalam kolomnya di harian Kompas, Bunyinya seperti ini :

"Daripada mereka-reka kapan dollar AS akan kembali turun, atau tenggelam dalam rasa takut yang besar bahwa PHK besar-besaran akan terjadi, lebih baik kita paham apa yang tengah terjadi, mengapa, dan bagaimana meresponsnya.

Gejala ini kita sebut sudden shift (tiba-tiba berpindah). Faktanya, konsumennya tetap di situ, populasinya tetap besar, semuanya butuh makan, minum, transportasi, gadget, hiburan, dan sebagainya. Akan tetapi, siapa yang menikmati perpindahan itu?"


Yups, gue sih setuju banget sama apa yang tertulis di atas, seburuk apapun kondisi perekonomian, jumlah populasi manusia tetap sama, dan semuanya tetep butuh makan, minum, transportasi, komunikasi dll. kita cuma perlu sedikit peka dalam merespon perubahan trend di masyarakat.

Banyak kok contohnya mereka-mereka yang merespon kondisi "Krisis" ini sebagai tantangan dan justru menikmati perubahan tersebut. kita liat aja Go-Jek, di saat banyak perusahaan transportasi mengeluhkan pemasukan mereka yang makin merosot, Go-Jek justru naik daun dan menjadi primadona baru transportasi yang menjadi incaran warga ibokota.

Coba kita cari tau juga, berapa persen kenaikan Omset perusahaan-perusahaan jual beli online yang sekarang lagi booming banget? sebagian besar mungkin di atas 100 persen. di saat para pedagang di tanah abang pada gulung tikar, Toko-toko jual beli online malah berkembang pesat. aneh? ya enggak. kita cuma perlu sepakat bahwa siapa yang peka dan cepat merespon perubahan, maka dialah yang akan jadi pemenang. kalo kata PidiBaiq : "Yang Hebat bukanlah yang kuat bertahan, tapi yang bisa menyesuaikan diri dengan keadaan." 


yaks, kalo kita menginginkan sesuatu berjalan dengan benar, maka kita juga harus memulainya dengan cara yang benar. dalam hal ini kita perlu memperbaiki dulu cara pandang dan cara berfikir kita. cara kita memandang sesuatu akan mempengaruhi sikap dan tindakan kita. itu pasti.

Dan akhir kata, gue bukannya lagi sok menggurui, sok pintar, atau sok2 lainnya. gue cuma lagi pengin mengajak anda, lo, ente, kalian semua untuk mulai membuka mata, menggunakan otak untuk berfikir mencari solusi, bukan pintar mencari alasan atau sibuk menyusun kalimat pembenaran. nggak mudah emang, tapi apa salahnya di coba? ya kan?? iyalaahh..

Bukankah kata orang bijak : "seseorang dikatakan berhasil bukan karena tak memiliki masalah, tetapi karena dapat mengatasi masalahnya. Seseorang disebut bahagia bukan karena hidupnya tanpa kesusahan, melainkan karena ia tetap dapat merasakan kebahagiaan walaupun ditengah-tengah kesusahannya."

So, mari berfikir positive, berfikir kreative, dan jangan lupa bahagia. :D


Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Sebenernya gue ngga mau ikut pusing ketika dollar melambung tinggi kaya sekarang ini, cuma karena harga krupuk kaleng dan bakso ikut naik maka mau nggak mau hidup gue juga ikut terusik..

Dulu ketika krisis ekonomi 97/98 gue masih kecil,jadi gue ngga tau pasti apa penyebabnya, yang gue tau waktu itu bisa makan pake mie instan itu udah enak banget.. dari hasil browsing sana-sini gue mendapatkan jawaban bahwa salah satu penyebab dari krisis yang terjadi waktu itu adalah karena ketika itu masa pembayaran hutang perusahaan-perusahaan swasta maupun BUMN telah jatuh tempo,Artinya, pada masa itu, kebutuhan terhadap dollar meningkat. pada saat itulah, para spekulan valuta asing memborong dollar dan kemudian menjualnya dengan harga tinggi. bener atau ngga  fakta yang gue dapet di atas,yang jelas efek yang di timbulkan oleh keserakahan segelintir orang tersebut cukup membuat negara ini kacau balau,ribuan perusahaan bangkrut, pengangguran merajalela,harga-harga melambung tinggi sehingga jumlah rakyat miskin meningkat tajam,dan pemerintah Indonesia kini terbebani hutang sebesar 1500 trilyun rupiah.. Wowww.. di tambah ntah berapa ribu nyawa yang harus melayang ketika terjadi kerusuhan waktu itu.

Salah satu spekulan yang paling kuat modalnya, dan paling berperan besar dalam terjadinya krisis adalah George Soros, doi otak dibalik morat-maritnya ekonomi asia pada waktu itu, coba aja lo googling dengan keyword nama dia,pasti bakal muncul link2 artikel yang ngejelasin gimana ulahnya mengobrak-abrik keadaan ekonomi dan politik berbagai negara. sayangnya nggak sedikit juga yang mendewakannya,memuji-mujinya sebagai sosok filantropis,dermawan,dan humanis dengan  lembaga kemanusiaannya Soros Foundation. Hal ini semakin menguatkan Ungkapan Tan malaka yang mengatakan bahwa : "Kemarin tukang catut/smokkel, dan sesudah kaya-raya berlagak menjadi dermawan. Hal ini masih lazim di dunia kapitalisme."

Sekarang, perlahan tapi pasti Dollar terus merangkak naik,dan efek dominonya pun mulai terasa. pertama - tama mungkin cuma berpengaruh terhadap sejumlah produk impor, harga komputer, dan barang2 elektronik lainnya, tapi kemudian menjalar ke berbagai sektor, melambungkan harga berbagai produk lokal, ya krupuk kaleng lah,ya bakso lah,nggak lama lagi gorengan depan alfamart juga pasti ikut naik. setelah itu membangkrutkan ribuan perusahaan dan menganggurkan jutaan tenaga kerja. ( Naudzubillahimindzalik )

Sementara itu, ketika gue lagi bingung gimana nasib gue dan jutaan rakyat Indonesia ke depannya, di ujung sebelah barat pulau jawa tepatnya Cilegon menghembuskan berita yang tak kalah mengagetkan. konon kota itu kini perlahan tapi pasti berubah menjadi kota Korea. Di Kota yang di kenal sebagai kota industri itu kini berdiri pesat perusahaan-perusahaan luar negeri terutama Korea yang tenaga kerjanya juga berasal dari sana. iyaaa.. Tanah Milik kita,perusahaan punya mereka,pegawainya juga mereka..lah kita kebagian apanya dong?? kita ya kebagian jadi pembeli produk mereka..hehehe.. inikah yang di sebuh globalisasi?? . bener yang di bilang ustadz Yusuf Mansur  "Dunia membidik Indonesia. Surga Investasi & Jualan"

Dengan budaya masyarakat kita yang lebih mementingkan gengsi dan ikut-ikutan,membuat mereka seperti menjaring ikan di dalam kolam kecil,sekali serok dapet seember..

Di sudut daerah-daerah lain di Indonesia ini,sawah-sawah kita juga di garap oleh negara-negara asing,di tanami padi oleh mereka,hasilnya?? di bawa ke negara mereka,buat ngasih makan rakyat mereka,kita dapet apa?? dapet beras juga sih dari mereka,tapi harus impor,belinya pake dollar,sementara dollarnya terus naik,aduh amsyong dech..hehehe

Berbagai macam tambang hasil bumi pun di kuasai mereka, mulai dari minyak,batu bara,gas,emas,tembaga,dll.. bener yang di bilang surayah pidibaiq : "Kita mncintai tanahair, orang asing mencintai apa yang dikandungnya. Kita mendapat tanah longsor dan air banjir, orang asing mendapat intan emas berlian"

Sesekali gue bertanya, "Sampai kapan kita bakal kaya gini??" terus si Jito jawab "Sampai orang kita pinter-pinter,jadi nggak gampang di bego-begoin". Ah, Indonesia ini nggak pernah kekurangan orang pinter, banyak orang pinter disini. sayangnya, sebagian dari mereka memilih untuk hidup damai di luar negeri, sementara sebagian besar lainnya memilih untuk membodohi saudara setanah airnya sendiri. Ah sudahlahhh..


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

About Me

My photo
Moezaki Irkham
I'm forever blowing bubbles
View my complete profile

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2022 (2)
    • ▼  April (2)
      • Rasio Tuhan
      • EKPRESIONISME HIDUP ALA ABU KILABAH AL JARMI
  • ►  2021 (1)
    • ►  September (1)
  • ►  2020 (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2019 (4)
    • ►  April (4)
  • ►  2018 (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  October (1)
  • ►  2015 (5)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  June (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  September (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2013 (33)
    • ►  December (2)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (3)
    • ►  April (3)
    • ►  March (5)
    • ►  February (4)
    • ►  January (3)
  • ►  2012 (48)
    • ►  December (6)
    • ►  November (3)
    • ►  October (7)
    • ►  September (6)
    • ►  August (1)
    • ►  July (8)
    • ►  June (2)
    • ►  May (4)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2011 (59)
    • ►  December (3)
    • ►  November (4)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  August (8)
    • ►  July (4)
    • ►  June (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (9)
    • ►  February (9)
    • ►  January (8)
  • ►  2010 (48)
    • ►  December (3)
    • ►  November (4)
    • ►  October (5)
    • ►  August (1)
    • ►  April (4)
    • ►  March (5)
    • ►  February (15)
    • ►  January (11)
  • ►  2009 (61)
    • ►  August (23)
    • ►  June (20)
    • ►  May (18)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Created with by ThemeXpose | Copy Blogger Themes