Powered by Blogger.

Just a Little Stories

sekedar caraku untuk mengerti apa itu hidup? untuk apa aku hidup? dan seperti apa aku menjalani hidup..

                                                                               Image By Google

Pagi ini, gue tersenyum-senyum karena percakapan dengan seorang teman, dia bilang ' dulu kamu nakal' dan kata-kata itu langsung ngebawa gue flashback ke masa 5-6 Tahun silam.

Tulisan ini bukan klarifikasi, tapi gue sekedar ingin berbagi, bahwa gue pernah mengalami banyak hal dan berharap apapun itu bisa menjadi pelajaran yang berguna untuk orang lain.

Bermula ketika 5 Tahun lalu gue baru pulang dari pesantren. Iya pesantren, rusak-rusak gini juga gue pernah merasakan indahnya hidup di pesantren, pernah jadi harapan orang tua gue agar menjadi anak sholeh yang berguna bagi nusa,bangsa dan agama..hehehe

Tapi harapan tinggallah harapan, keluar dari pesantren bukannya gue menjadi anak sholeh kebanggaan keluarga, gue malah terjerumus ke dalam pergaulan bebas, bukan terjerumus sih, tapi lebih tepatnya gue menjerumuskan diri. dan saat-saat itu mungkin menjadi saat-saat dimana gue menjadi anak yang paling mengecewakan buat bokap, tiada hari tanpa berantem sama beliau, kabur dari rumah, seminggu kemudian balik lagi, 2 hari di rumah, berantem lagi, kabur lagi, balik lagi, berantem lagi, kabur lagi..begitu seterusnya.

Gimana bokap nggak kesel sama gue? tiap hari adaa aja omongan nggak enak dari tetangga tentang gue, katanya gue bandel, nakal, troublemaker, suka berantem, dll.. disisi lain gue nggak ngerasa melakukan hal-hal yang di tuduhkan ke gue tersebut, makanya gue berang dan ngelawan ketika disalah-salahin. nyokap sampe nangis-nangis kalo ngeliat gue lagi berantem sama bokap dan ujung-ujungnya gue di usir dari rumah, ya walaupun ntar di cariin juga kalo udah berhari-hari gue nggak pulang.

Rasulullah SAW pernah bersabda : "Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.”

Dan Hadits di atas mutlak benar, ibarat kebo sekandang, kalo satu kotor, maka yang lain pun akan ikut kotor, itu pula yang terjadi sama gue waktu itu, ketika orang nuduh gue bandel dan gue tanya balik sama mereka ' gue bandel? emang gue ngapain??' mereka nggak pernah bisa jawab, karena nyatanya gue nggak pernah ngapa-ngapain, gue cuma keseret dan ikut kena stigma buruk dari masyarakat gara-gara gue bergaulnya sama temen-temen gue yang emang hobi bikin masalah.

Tapi keputusan gue untuk terjun ke dalam pergaulan yang di nilai banyak orang salah itu gue anggap bukan sebagai kesalahan, melainkah sebuah pilihan hidup yang pada akhirnya mengajarkan gue banyak hal, sehingga gue nggak perlu menyesalinya.

Kalo orang bilang setiap hal pasti punya alasan, maka gue pun punya alasan untuk setiap hal yang gue putuskan, termasuk keputusan untuk terjun ke dunia itu.

Pada kala itu, di kampung gue masih jaman jahiliyah, tapi jahiliyah disini bukan karena orang-orangnya pada rusak semua, pada suka maksiat,dll,bukaaann..justru mayoritas penduduk kampung situ adalah orang-orang alim dan ahli ibadah. terus kenapa gue sebut jahiliyah?? kerena mereka masih suka mengkotak-kotakan banyak hal, dari mulai golongan, agama, dan status sosial.

Gue muak setiap hari di suguhi dengan pemandangan-pemandangan yang seharusnya nggak perlu terjadi, ribut-ribut khilafiyah, saling menyesatkan satu sama lain, saling menyalahkan, saling merasa paling benar sendiri, dan saling menjatuhkan antar tetangga.

Di saat generasi tua sedang berebut 'kebenaran' dan rasa hormat, generasi muda mulai merusak dirinya sendiri dengan banyak hal, macem-macem, dan mereka menjadi antipati serta jijik terhadap agama dan hal-hal baik lainnya, di mata mereka agama dan hal-hal baik itu cuma sumber keributan, sumber perpecahan, makanya mereka lebih memilih menikmati hidup ngawur asal solidaritas terjaga.

Gue bukannya sok bener, tapi jujur gue miris banget melihat keadaan waktu itu, gue bisa aja memilih jadi orang alim, jadi anak muda baik-baik yang sholeh dan sibuk ngajar ngaji, lalu setelah itu di jodohin sama anak pak haji. tapi gue nggak bisa ngeliat masyarakat memandang jijik kepada teman-teman masa kecil gue yang di anggap nakal itu. pun sebaliknya anak-anak yang semakin alergi terhadap kebaikan karena merasa tersisihkan.

buat gue waktu itu, nggak ada yang nggak bisa di perbaiki, terlambat mungkin, tapi itu lebih baik daripada enggak sama sekali. nasi udah menjadi bubur aja masih bisa di makan, masa anak-anak ini nggak bisa gue bawa ke arah yang mungkin lebih baik.

Mau lihat dasar laut maka kita harus menyelam, dan resikonya mungkin tenggelam. pun begitu dengan yang gue lakukan waktu itu, mau ngajak bener ya gue harus masuk ke kehidupan mereka, resikonya? terburuk gue kebawa arus dan ikut ancur, sementara resiko terkecil pun nggak kalah buruknya, gue ikut di cap nakal, dan itu berhasil gue rasain.

Tapi bukankah Untuk berkembangnya sebuah kebudayan, dibutuhkan seorang pemberontak?? dan gue pengin jadi pemberontak itu, gue pengin menghentikan budaya pengkotak-kotakan yang terjadi di kampung gue, gue pengin, orang-orang saling merangkul, yang udah bener nggak merasa paling bener, yang masih salah nggak anti terhadap kebenaran. itu aja sih..bukankah sesalah-salahnya kebenaran adalah merasa paling benar, dan sebenar-benar kesalahan adalah menyadari bahwa itu adalah kesalahan?

Gue pengin setiap orang nggak menuntut orang lain untuk menjadi sempurna, karena manusia sempurna adalah justeru yang memiliki kekurangan dan kelebihan, ya kan??

Banyak hal udah terjadi, keputusan-keputusan yang gue ambil emang seringkali salah, tapi dari kesalahan-kesalahan itu pula gue dapet pelajaran tentang banyak hal.. tentang ketegaran, rasa sakit, solidaritas, kerja keras,dll..
 
Gue tau gue nggak bisa mengubah kehidupan, tapi mungkin gue bisa sedikit mengubah cara pandang gue terhadap kehidupan. 

Selamat siang, di tulis di bekasi pada pukul 11.00 dengan segelas Es teh dan Bob Dylan yang bernyanyi malu-malu dari dalam komputer. Salam.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Klo boleh jujur,gw punya pengalaman kecil yang buruk tentang perbedaan,gara-gara di kampung gw orang-orangnya menganut beberapa madzhab yang berbeda dan saling mengklaim kebenarannya sendiri2 dan menyalahkan serta menyesatkan yang lain,maka sering terjadi bentrok secara fisik mau pun ideologi,akhirnya anak-anak kecil kaya gw yang ga tau apa-apa ikut jadi korban..

Dari pengalaman masa kecil yang seperti itu lah kenapa setiap ada ribut-ribut khilafiyah gw selalu merasa terganggu,bisa di check kebanyakan postingan gw di blog ini sebagian mengkritisi akan hal itu..

Kaya hari ini,gw liat di tipi,twitter,facebook,forum2,lagi rame banget ngributin soal boleh atau nggak nya ngucapin Selamat Natal.. sebagian orang ikut MUI yang bilang Haram,sebagian lainnya ikut Mentri Agama yang  bilang Boleh,lalu bisa di tebak kejadian selanjutnya adalah saling serang,saling klaim kebenaran,dan saling sesat menyesatkan satu sama lain..

Gw lagi ga mau bahas tentang boleh atau nggak nya ngucapin Selamat Natal,klo lo pengin tau silahkan cari tau sendiri,ngaji..tapi yang pengin gw sorotin disini adalah kondisi yang terjadi di dalam tubuh umat islam sendiri..

Lho iya..orang kristen yang mau natalan kok kita yang ribut2?? kita yang sibuk2 berantem?? aneh kan??
dengan atau pun tanpa ucapan Selamat Natal dari kita Mereka akan tetep merayakannya kok..

Temen gw nanya "Posisi lo dimana kham??" Maka gw jawab "gw di posisi MUI"

Gini,bos gw non muslim..hampir 3 kali natal gw kerja sama dia,dulu di tahun pertama,waktu itu natal gw serba salah,mau ngucapin takut dosa,ga ngucapin ga enak juga anak baru..akhirnya gw bilang ke bos gw gini "Maaf pak,saya ga bisa ngucapin met natal,saya harap bapak bisa mengerti.." 

dia cm ketawa,terus bilang.."Nggak apa-apa..ini yang dari dulu saya bingung..buat saya nggak ada masalah kok mau pada ngucapin atau nggak,yang penting cukup jangan ganggu kami,dan berikan kami kesempatan untuk merayakannya,itu udah cukup.."

See,dan itu kan yang di anjurkan sama Nabi..kemudian untuk yang berpendapat bahwa boleh saja mengucapkan Natal asal dalam hati mengingkari,ya silahkan saja,klo memang ada dalil yang kuat..yang penting itu jangan sampe cuma gara-gara hal kaya gini kita jadi terpecah..wong natalan cuma sehari kok..pada ribut..katanya toleransi,pluralis,klo memang gitu harusnya bisa jg dong menghargai perbedaan pendapat..apa pada treak2 toleransi cuma buat narik simpatik doang??

Buat gw,toleransi adalah ketika lebaran gw dapet THR,dan ketika Natal gw tetep kerja.. that's all..
Saling menguntungkan toh??

Sorry klo gw sok tau dan banyak omong,kebanyakan nelen fit C jadi gini..hehehe..

Syalam Syupeh..
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Berluas sekitar 4x4 meter persegi,dan tanpa ventilasi,pengap,hanya ada satu pintu yang memaksanya terus terbuka sepanjang tahun -catat,sepanjang tahun,bukan sepanjang hari- ia harus selalu terbuka jika ingin penghuninya terhindar dari penyakit asma dan penyakit-penyakit pernafasan lainnya karena kurangnya aliran udara..sinar matahari?? siang malam satu-satunya sumber cahaya disini adalah sinar lampu bohlam 5 watt yang mulai redup..

Perkenalkan,4 orang yang sedang bermain karambol ini.di sebelah kanan ku adalah Si Arman,anak mang juju, seorang mahasiswa tingkat akhir yang minggu lalu memintaku mencarikan joki skripsi di internet..cita-citanya simple,jadi bupati dan menikahi perawan sebanyak mungkin..

Di sebelah kiri ku,adalah Pak Rohim,buruh bangunan,punya 4 anak,dan percaya bahwa manusia adalah reinkarnasi monyet..alasanya?? karena mandor di tempat kerjanya seringkali telat membayar gaji..

Di depan ku,ah..aku tak tau pasti siapa nama aslinya,tapi kami biasa memanggilnya Gepeng,pengangguran,gemar membaca dan menulis,terbukti dari kemana-mana dia selalu membawa buku,kertas dan pulpen..kalau kalian ingin tau apa yang dia baca,itu adalah buku terjemahan mimpi.."ini buku ajaib,penulisnya seorang jenius yang bisa menemukan korelasi antara mimpi dan nomer togel.." katanya..dan kalian pasti tau apa yang akan di tuliskannya di kertas yang selalu dia bawa itu..hanya deretan angka-angka seperti ramalan suku maya,membentuk segi tiga dann..ah ntahlah...

Kami tak hanya berempat,di pojok sana,si Ade, pemuda nerd penggila filsafat,cita-citanya adalah bunuh diri dengan meminum racun seperti Socrates,baginya,kehidupan tidaklah lebih dari plastik-plastik pencitraan,orang berlomba-lomba ingin nampak keren,berlomba-lomba menunjukan,keluar,tanpa melihat ke dalam,ke dalam diri mereka sendiri..dan pada akhirnya,dia hanya ingin membuktikan,mati bunuh diri adalah klimaks paling maksimal dalam kehidupan,dan itu keren..itu motivasinya..

Di luar,yang sedang bermain gitar itu,ada si July,anak calon bupati yang anti demokrasi..aneh?? seperti itulah adanya..setiap malam kerjaannya merobohkan baliho-baliho pemilu dipinggir jalan..termasuk baliho ayahnya sendiri.."Demokrasi itu sistem tai-tai an..kebenaran di pertaruhkan,kebenaran di perjual belikan,nasib rakyat kecil di lupakan,di dalam sistem inilah semua itu terjadi,di dalam sistem inilah kapitalis bangsat bisa berkuasa.." begitu katanya..

Dan orang yang menemaninya adalah Si Andi,Seorang Atheis pecandu ciu..ya,minuman keras yg terbuat dr fermentasi tape dan sedikit campuran bahan kimia itu,adalah makanan favoritnya -catat lagi,makanan bukan minuman,karena dia lbh memilih membeli ciu daripada membeli nasi ketika di kantongnya hanya tersisa uang 5000 rupiah- satu-satunya alasan jika dia harus percaya Tuhan itu ada,adalah hanya jika dia meminum ciu yang rasanya benar-benar ancur dan ngga enak itu,meminumnya adalah siksaan,tapi setelahnya dia akan mabuk,terbang..nikmatt..."bukankah begitu konsep surga yang di tawarkan agama?? kita harus bersusah-susah dahulu untuk kemudian mendapatkan kenikmatan di akhirat sana???" ..katanya..

Di sini juga ada Tv,dan sedang di tonton oleh Mas Anang,yang mengkalim dirinya seorang muslim fundamentalis,tapi meskipun begitu dia tak pernah menyesatkan orang lain..justru,jika ada yang melakukan itu dihadapannya,dia akan memasukan pion catur ke dalam hidung orang tersebut dan menghajarnya dengan rentetan dalil tentang pluralitas..baginya,meskipun anti pluralisme,tapi pluralitas adalah fitrah,takdir.. "tujuan Tuhan menciptakan begitu banyak perbedaan adalah agar kita bisa saling mengenal,dan menghargai..dan agama,adalah omong kosong jika tanpa pengamalan dari apa yang sudah di ketahui.." begitu katanya..

Kamar ini,adalah dunia sekaligus universitas tempatku mencari ilmu..hangat dan penuh pelajaran..

Kami berbeda,tapi kami menciptakan harmoni..dan seharusnya,seperti inilah dunia berputar..di isi oleh manusia-manusia yang saling melengkapi,bukan manusia-manusia ambisius yang menjadikan dunia sebagai arena persaingan..

"Salam super pak mario..bagi rokok dong.." kata si Andi yang terhuyung-huyung menghampiriku..

kosong tiga..satu dua..dua kosong satu dua..di malam yang mendung dengan rembulan yang tak tega membiarkan embun turun ke bumi sendirian...
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

About Me

My photo
Moezaki Irkham
I'm forever blowing bubbles
View my complete profile

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2022 (2)
    • ▼  April (2)
      • Rasio Tuhan
      • EKPRESIONISME HIDUP ALA ABU KILABAH AL JARMI
  • ►  2021 (1)
    • ►  September (1)
  • ►  2020 (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2019 (4)
    • ►  April (4)
  • ►  2018 (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  October (1)
  • ►  2015 (5)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  June (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  September (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2013 (33)
    • ►  December (2)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (3)
    • ►  April (3)
    • ►  March (5)
    • ►  February (4)
    • ►  January (3)
  • ►  2012 (48)
    • ►  December (6)
    • ►  November (3)
    • ►  October (7)
    • ►  September (6)
    • ►  August (1)
    • ►  July (8)
    • ►  June (2)
    • ►  May (4)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2011 (59)
    • ►  December (3)
    • ►  November (4)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  August (8)
    • ►  July (4)
    • ►  June (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (9)
    • ►  February (9)
    • ►  January (8)
  • ►  2010 (48)
    • ►  December (3)
    • ►  November (4)
    • ►  October (5)
    • ►  August (1)
    • ►  April (4)
    • ►  March (5)
    • ►  February (15)
    • ►  January (11)
  • ►  2009 (61)
    • ►  August (23)
    • ►  June (20)
    • ►  May (18)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Created with by ThemeXpose | Copy Blogger Themes