Powered by Blogger.

Just a Little Stories

sekedar caraku untuk mengerti apa itu hidup? untuk apa aku hidup? dan seperti apa aku menjalani hidup..

Image By Google

Jadi gini..Tadi ada temen curhat ke gue, katanya pusing banyak masalah. dia bilang " Rasanya Gue pengin mati aja kalo begini terus, ninggalin dunia dengan segala tai kebonya dan menuju alam akhirat dengan bahagia," katanya..Gue nggak nasihatin dia, karena gue tau terlepas dari benar atau salah ada saat-saat tertentu dalam hidup ini dimana kita berada di titik terendah dan merasa seakan nggak mampu buat bangkit lagi walaupun sebenernya bisa. karena gue juga pernah menjadi labil gitu .

Setelah itu gue mikir, hidup emang nggak gampang, nggak buat siapapun. cuma Alam kan emang seimbang,  Hitam tercipta agar putih tak sia2, sakit tercipta agar kita tau nikmatnya bahagia.

Untuk terlahir di dunia manusia melewati proses yang begitu panjang, mulai dari 1 Sperma yang harus bersaing dengan 300 juta sperma lainnya untuk bisa bertemu dengan sel telur, hidup dalam kandungan, lahir, dan pada saatnya nanti tanpa di minta pun kita akan mati. iyaa, gue rasa semua ini hanya tentang berproses, bahkan hidup ini pun adalah bagian dari proses. The Panas Dalam dalam lagunya yang berjudul introspeksi berujar " Hidup adalah waktu tersisa,Diisi sebelum kalah". 

Dalang Ki Nanang Hape juga bilang "Peristiwa biasa untuk orang biasa. Peristiwa besar untuk mereka yang sanggup jadi besar." lalu kenapa nggak kita coba aja buat anggep segala rasa sakit yang sedang kita rasain ini juga bagian dari proses? anggaplah kita ini kepompong yang sedang berjuang untuk menjadi kupu-kupu, karena di dunia ini nggak ada yang benar-benar berhenti, segalanya bergerak, segalanya berubah.. bahkan kebahagiaan pun adalah proses, bukankah ketika rayap mulai tumbuh sayap,dia justru sedang dan akan segera mati??..iya, membingungkan memang, tapi kita nggak perlu kaget karena dunia ini adalah kumpulan keping demi keping paradoks, makanya orang tua kerap berpesan, Ojo Gumunan, Ojo kagetan, Eling lan waspodo.. Berhati-hatilah..

Dan pada akhirnya hidup hanya tentang bagaimana kita akan kembali, apakah dengan baik-baik, meninggalkan hal yg baik-baik dan membawa yg baik-baik?? Semoga..
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
                                                                               Image By Google

Pagi ini, gue tersenyum-senyum karena percakapan dengan seorang teman, dia bilang ' dulu kamu nakal' dan kata-kata itu langsung ngebawa gue flashback ke masa 5-6 Tahun silam.

Tulisan ini bukan klarifikasi, tapi gue sekedar ingin berbagi, bahwa gue pernah mengalami banyak hal dan berharap apapun itu bisa menjadi pelajaran yang berguna untuk orang lain.

Bermula ketika 5 Tahun lalu gue baru pulang dari pesantren. Iya pesantren, rusak-rusak gini juga gue pernah merasakan indahnya hidup di pesantren, pernah jadi harapan orang tua gue agar menjadi anak sholeh yang berguna bagi nusa,bangsa dan agama..hehehe

Tapi harapan tinggallah harapan, keluar dari pesantren bukannya gue menjadi anak sholeh kebanggaan keluarga, gue malah terjerumus ke dalam pergaulan bebas, bukan terjerumus sih, tapi lebih tepatnya gue menjerumuskan diri. dan saat-saat itu mungkin menjadi saat-saat dimana gue menjadi anak yang paling mengecewakan buat bokap, tiada hari tanpa berantem sama beliau, kabur dari rumah, seminggu kemudian balik lagi, 2 hari di rumah, berantem lagi, kabur lagi, balik lagi, berantem lagi, kabur lagi..begitu seterusnya.

Gimana bokap nggak kesel sama gue? tiap hari adaa aja omongan nggak enak dari tetangga tentang gue, katanya gue bandel, nakal, troublemaker, suka berantem, dll.. disisi lain gue nggak ngerasa melakukan hal-hal yang di tuduhkan ke gue tersebut, makanya gue berang dan ngelawan ketika disalah-salahin. nyokap sampe nangis-nangis kalo ngeliat gue lagi berantem sama bokap dan ujung-ujungnya gue di usir dari rumah, ya walaupun ntar di cariin juga kalo udah berhari-hari gue nggak pulang.

Rasulullah SAW pernah bersabda : "Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.”

Dan Hadits di atas mutlak benar, ibarat kebo sekandang, kalo satu kotor, maka yang lain pun akan ikut kotor, itu pula yang terjadi sama gue waktu itu, ketika orang nuduh gue bandel dan gue tanya balik sama mereka ' gue bandel? emang gue ngapain??' mereka nggak pernah bisa jawab, karena nyatanya gue nggak pernah ngapa-ngapain, gue cuma keseret dan ikut kena stigma buruk dari masyarakat gara-gara gue bergaulnya sama temen-temen gue yang emang hobi bikin masalah.

Tapi keputusan gue untuk terjun ke dalam pergaulan yang di nilai banyak orang salah itu gue anggap bukan sebagai kesalahan, melainkah sebuah pilihan hidup yang pada akhirnya mengajarkan gue banyak hal, sehingga gue nggak perlu menyesalinya.

Kalo orang bilang setiap hal pasti punya alasan, maka gue pun punya alasan untuk setiap hal yang gue putuskan, termasuk keputusan untuk terjun ke dunia itu.

Pada kala itu, di kampung gue masih jaman jahiliyah, tapi jahiliyah disini bukan karena orang-orangnya pada rusak semua, pada suka maksiat,dll,bukaaann..justru mayoritas penduduk kampung situ adalah orang-orang alim dan ahli ibadah. terus kenapa gue sebut jahiliyah?? kerena mereka masih suka mengkotak-kotakan banyak hal, dari mulai golongan, agama, dan status sosial.

Gue muak setiap hari di suguhi dengan pemandangan-pemandangan yang seharusnya nggak perlu terjadi, ribut-ribut khilafiyah, saling menyesatkan satu sama lain, saling menyalahkan, saling merasa paling benar sendiri, dan saling menjatuhkan antar tetangga.

Di saat generasi tua sedang berebut 'kebenaran' dan rasa hormat, generasi muda mulai merusak dirinya sendiri dengan banyak hal, macem-macem, dan mereka menjadi antipati serta jijik terhadap agama dan hal-hal baik lainnya, di mata mereka agama dan hal-hal baik itu cuma sumber keributan, sumber perpecahan, makanya mereka lebih memilih menikmati hidup ngawur asal solidaritas terjaga.

Gue bukannya sok bener, tapi jujur gue miris banget melihat keadaan waktu itu, gue bisa aja memilih jadi orang alim, jadi anak muda baik-baik yang sholeh dan sibuk ngajar ngaji, lalu setelah itu di jodohin sama anak pak haji. tapi gue nggak bisa ngeliat masyarakat memandang jijik kepada teman-teman masa kecil gue yang di anggap nakal itu. pun sebaliknya anak-anak yang semakin alergi terhadap kebaikan karena merasa tersisihkan.

buat gue waktu itu, nggak ada yang nggak bisa di perbaiki, terlambat mungkin, tapi itu lebih baik daripada enggak sama sekali. nasi udah menjadi bubur aja masih bisa di makan, masa anak-anak ini nggak bisa gue bawa ke arah yang mungkin lebih baik.

Mau lihat dasar laut maka kita harus menyelam, dan resikonya mungkin tenggelam. pun begitu dengan yang gue lakukan waktu itu, mau ngajak bener ya gue harus masuk ke kehidupan mereka, resikonya? terburuk gue kebawa arus dan ikut ancur, sementara resiko terkecil pun nggak kalah buruknya, gue ikut di cap nakal, dan itu berhasil gue rasain.

Tapi bukankah Untuk berkembangnya sebuah kebudayan, dibutuhkan seorang pemberontak?? dan gue pengin jadi pemberontak itu, gue pengin menghentikan budaya pengkotak-kotakan yang terjadi di kampung gue, gue pengin, orang-orang saling merangkul, yang udah bener nggak merasa paling bener, yang masih salah nggak anti terhadap kebenaran. itu aja sih..bukankah sesalah-salahnya kebenaran adalah merasa paling benar, dan sebenar-benar kesalahan adalah menyadari bahwa itu adalah kesalahan?

Gue pengin setiap orang nggak menuntut orang lain untuk menjadi sempurna, karena manusia sempurna adalah justeru yang memiliki kekurangan dan kelebihan, ya kan??

Banyak hal udah terjadi, keputusan-keputusan yang gue ambil emang seringkali salah, tapi dari kesalahan-kesalahan itu pula gue dapet pelajaran tentang banyak hal.. tentang ketegaran, rasa sakit, solidaritas, kerja keras,dll..
 
Gue tau gue nggak bisa mengubah kehidupan, tapi mungkin gue bisa sedikit mengubah cara pandang gue terhadap kehidupan. 

Selamat siang, di tulis di bekasi pada pukul 11.00 dengan segelas Es teh dan Bob Dylan yang bernyanyi malu-malu dari dalam komputer. Salam.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Sebenernya gue ngga mau ikut pusing ketika dollar melambung tinggi kaya sekarang ini, cuma karena harga krupuk kaleng dan bakso ikut naik maka mau nggak mau hidup gue juga ikut terusik..

Dulu ketika krisis ekonomi 97/98 gue masih kecil,jadi gue ngga tau pasti apa penyebabnya, yang gue tau waktu itu bisa makan pake mie instan itu udah enak banget.. dari hasil browsing sana-sini gue mendapatkan jawaban bahwa salah satu penyebab dari krisis yang terjadi waktu itu adalah karena ketika itu masa pembayaran hutang perusahaan-perusahaan swasta maupun BUMN telah jatuh tempo,Artinya, pada masa itu, kebutuhan terhadap dollar meningkat. pada saat itulah, para spekulan valuta asing memborong dollar dan kemudian menjualnya dengan harga tinggi. bener atau ngga  fakta yang gue dapet di atas,yang jelas efek yang di timbulkan oleh keserakahan segelintir orang tersebut cukup membuat negara ini kacau balau,ribuan perusahaan bangkrut, pengangguran merajalela,harga-harga melambung tinggi sehingga jumlah rakyat miskin meningkat tajam,dan pemerintah Indonesia kini terbebani hutang sebesar 1500 trilyun rupiah.. Wowww.. di tambah ntah berapa ribu nyawa yang harus melayang ketika terjadi kerusuhan waktu itu.

Salah satu spekulan yang paling kuat modalnya, dan paling berperan besar dalam terjadinya krisis adalah George Soros, doi otak dibalik morat-maritnya ekonomi asia pada waktu itu, coba aja lo googling dengan keyword nama dia,pasti bakal muncul link2 artikel yang ngejelasin gimana ulahnya mengobrak-abrik keadaan ekonomi dan politik berbagai negara. sayangnya nggak sedikit juga yang mendewakannya,memuji-mujinya sebagai sosok filantropis,dermawan,dan humanis dengan  lembaga kemanusiaannya Soros Foundation. Hal ini semakin menguatkan Ungkapan Tan malaka yang mengatakan bahwa : "Kemarin tukang catut/smokkel, dan sesudah kaya-raya berlagak menjadi dermawan. Hal ini masih lazim di dunia kapitalisme."

Sekarang, perlahan tapi pasti Dollar terus merangkak naik,dan efek dominonya pun mulai terasa. pertama - tama mungkin cuma berpengaruh terhadap sejumlah produk impor, harga komputer, dan barang2 elektronik lainnya, tapi kemudian menjalar ke berbagai sektor, melambungkan harga berbagai produk lokal, ya krupuk kaleng lah,ya bakso lah,nggak lama lagi gorengan depan alfamart juga pasti ikut naik. setelah itu membangkrutkan ribuan perusahaan dan menganggurkan jutaan tenaga kerja. ( Naudzubillahimindzalik )

Sementara itu, ketika gue lagi bingung gimana nasib gue dan jutaan rakyat Indonesia ke depannya, di ujung sebelah barat pulau jawa tepatnya Cilegon menghembuskan berita yang tak kalah mengagetkan. konon kota itu kini perlahan tapi pasti berubah menjadi kota Korea. Di Kota yang di kenal sebagai kota industri itu kini berdiri pesat perusahaan-perusahaan luar negeri terutama Korea yang tenaga kerjanya juga berasal dari sana. iyaaa.. Tanah Milik kita,perusahaan punya mereka,pegawainya juga mereka..lah kita kebagian apanya dong?? kita ya kebagian jadi pembeli produk mereka..hehehe.. inikah yang di sebuh globalisasi?? . bener yang di bilang ustadz Yusuf Mansur  "Dunia membidik Indonesia. Surga Investasi & Jualan"

Dengan budaya masyarakat kita yang lebih mementingkan gengsi dan ikut-ikutan,membuat mereka seperti menjaring ikan di dalam kolam kecil,sekali serok dapet seember..

Di sudut daerah-daerah lain di Indonesia ini,sawah-sawah kita juga di garap oleh negara-negara asing,di tanami padi oleh mereka,hasilnya?? di bawa ke negara mereka,buat ngasih makan rakyat mereka,kita dapet apa?? dapet beras juga sih dari mereka,tapi harus impor,belinya pake dollar,sementara dollarnya terus naik,aduh amsyong dech..hehehe

Berbagai macam tambang hasil bumi pun di kuasai mereka, mulai dari minyak,batu bara,gas,emas,tembaga,dll.. bener yang di bilang surayah pidibaiq : "Kita mncintai tanahair, orang asing mencintai apa yang dikandungnya. Kita mendapat tanah longsor dan air banjir, orang asing mendapat intan emas berlian"

Sesekali gue bertanya, "Sampai kapan kita bakal kaya gini??" terus si Jito jawab "Sampai orang kita pinter-pinter,jadi nggak gampang di bego-begoin". Ah, Indonesia ini nggak pernah kekurangan orang pinter, banyak orang pinter disini. sayangnya, sebagian dari mereka memilih untuk hidup damai di luar negeri, sementara sebagian besar lainnya memilih untuk membodohi saudara setanah airnya sendiri. Ah sudahlahhh..


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

                                                                            ( Image By Google )

Ntah untuk keberapa kalinya, gue di bikin galau oleh ketakutan-ketakutan akan masa depan. dan kali ini nampaknya kegalauan gue berada pada tingkat 200%. otak gue di bikin oleng oleh prasangka-prasangka negative,ketakutan,pesimisme dan keminderan level akut.

Sampe-sampe gue bingung siapa kira-kira yg bisa membantu gue buat lepas dari jerat fikiran-fikiran bangsat ini. beberapa orang gue coba curhatin,dan mereka memberikan respon beragam, dan pada akhirnya walaupun saran mereka bisa di bilang maksimal,tetep aja ngga ngefek ke gue karena guenya sendiri belum mau bangkit. emang bener apa yg di bilang surayah pidibaiq : "Kau adalah tuan bagi dirimu sendiri, hatimu milikmu,mau senang atau sedih kau yang menentukan" Setajam apapun motivasi yg orang lain berikan nyatanya ngga berfungsi kalo hati gue masih mau memperkosa kegalauan.

Bokap gue bilang : Hidupmu,begitu besarr.. kalo kamu fokus pada satu titik,seindah apapun obyek lain di sekitarnya akan tak terlihat. Tuhan menganugrahkan begitu banyak nikmat kemudian kau lupakan itu semua hanya karena setitik kekhawatiran?? 

Om gue bilang : Kenapa? Pusing kenapa?? takut di tinggal kawin sama pacar lo?? kan udah gue bilang, kalo lo pengin bahagia, hiduplah sesuai kapasitas, gue bukannya nyuruh lo minder. tapi ketika lo ngga mampu melakukan sesuatu cuma ada 2 pilihan : Upgrade diri lo,atau tinggalin dan cari hal lain yg lebih mudah yg bisa lo lakuin..jadi sekarang lo tinggal pilih,mau yg mana??  + satu lagi,wanita itu makhluk gemblung,mereka adalah satu-satunya makhluk yg bisa melakukan sesuatu tanpa alasan. cukup dirasa nyaman di hari mereka,maka masuk akal atau ngga dimata orang lain itu udah ngga penting. so,beware..!!

Seenggaknya dari sekian banyak masukan,nasihat dari 2 orang di atas lah yg paling nancep di hati gue. Gue tau  ngga ada orang yang menganggap hidupnya mudah, pun begitu dengan gue, seringkali gue berfikir Tuhan memberikan gue jalan hidup yang begitu special, penuh lika-liku dan kejutan. karena begitu specialnya hidup gue, setiap hal yang gue inginkan harus gue dapatkan dengan susah payah dan kerja keras, gue ngga terbiasa dengan kemudahan,sebaliknya gue berkawan akrab dengan keterbatasan. karena hal itu juga, di hidup gue cuma ada 2 pilihan, berhasil dengan segala keterbasan lalu kemudian benar-benar menjadi pemenang yang super special, atau menyerah kemudian menjadi pecundang dan sampah nggak berguna??

Buat gue sendiri,juga buat lo,dan buat siapapun yg baca ini serta mungkin merasakan hal yang sama, apa yang bakal kita pilih?? apa yang bakal kita lakuin?? takdir ibarat angka di kalkulator, berapapun yang muncul adalah hasil dari kombinasi antar angka yang kita tekan, masa depan adalah hasil dari kombinasi antara usaha + kapasitas.

Silahkan renungkan,gue masih mau bercinta dengan realita yang sedang memunculkan sisi menyakitkannya ini. Salam.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Haruskah gue tetep bangga, karena Terlahir di sebuah Negeri, yang konon merupakan sisa-sisa Benua Atlantis, Tempat dimana Segala macam Peradaban,budaya,Ilmu pengetahuan dan lainnya Lahir, meskipun kini,kita tumbuh menjadi sebuah bangsa yang menyedihkan..

Haruskah gue tetep bangga, karena Lahir di sebuah negeri yang katanya Agraris, tapi kini sawah-sawahnya habis di garap oleh orang-orang luar negeri..

Haruskah gue tetep bangga, karena Lahir di sebuah negeri yang katanya Puspa Warna, tapi kini sibuk saling menyalahkan,tak mau menerima barang sedikitpun perbedaan..

Haruskah gue tetep bangga, punya presiden yang hobinya curhat,di twitter, sambil sesekali memposting foto diri dan keluarganya yang makmur serta bahagia,sementara di sudut-sudut negeri ini rakyatnya berjuang mati-matian sekedar untuk bisa makan..

Haruskah gue tetep bahagia, ketika desa yang indah tempat gue lahir, sedang di rusak oleh ambisi para monyet-monyet berdasi dengan proyek Gheothermal..

Haruskah gue tetep bangga, karena Lahir di negeri yang katanya kaya, tapi pendidikan dan kesehatan sama-sama mahal..

Haruskah gue tetep bangga, karena Lahir di negeri yang katanya berbudaya, tapi di pimpin oleh orang-orang yang bahkan tak takut menjual Agama..

Jangan Tanyakan apa yang telah negara berikan padamu,tapi bertanyalah,apa yang telah negara ambil darimu..!!!

Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Akhir-akhir ini gw lagi rajin banget nyari-nyari info lowongan kerja. iseng aja sih,siapa tau ada yang cocok kan lumayan bisa buat batu loncatan dari sini ntar abis lebaran..


Googling sana-sini ga ada yang cocok,padahal kerjaan yang gw cari ga neko-neko,kerja apa aja asal gajinya bisa buat kawin taun depan gw mau..hehehehe..bercanda..maksud gw,gw ga terlalu pilah-pilih kerjaan,mau jadi buruh kek mau jadi apa kek gw mau asal emang cocok dan gw mampu..

Jaman udah berubah,sekarang bukan lagi orang yang pilah-pilih kerjaan,tapi kerjaan yang pilah-pilih orang..

Ada lowongan kerja jadi tukang fotocopy,persyaratan minimal SMA sederajat..
Lowongan OP warnet,sama,SMA juga..
Lowongan jadi Tukang bakso,sama,harus SMA..
Bahkan yang lebih konyol,ada lowongan buat kerja di laundry kiloan,minimal D1..

Ini menarik di mata gw,gw setuju,pendidikan emang penting,penting banget..tapi gw ga setuju ketika pendidikan menjadi tolak ukur buta untuk segala hal..

Jadi tukang fotocopy,keponakan gw yang belum lulus SD aja bisa dan tiap hari dia ngebantuin emak bapaknya..
OP warnet,ntah apa hubungannya ijazah SMA sama kerjaan yang bisa di lakuin sambil tidur ini..dan banyak lagi..

Gw kasian aja,di kampung gw,banyak anak-anak yang sekolahnya ga setinggi itu,dan kerjaan mereka cuma jadi kuli bangunan. apa bakal seumur hidup mereka cuma bisa jadi kuli bangunan,ga boleh nyobain profesi lain??

"Salah sendiri ga sekolah,-" Si jito nyeletuk..

"Jit,ga semua orang seberuntung elu.."

Jadi solusinya gimana?? solusinya ya jika mereka ga punya kesempatan untuk merasakan manisnya pendidikan tinggi,maka berilah mereka kesempatan untuk mendapatkan hidup yang lebih baik,berikan mereka kesempatan untuk membuktikan kalau mereka juga bisa bersaing..seleksi alam terus berjalan kok..klo emang mereka ga mampu bersaing ya mereka akan tersingkir dengan sendirinya..

Ini cuma opini dangkal gw,ga usah di bawa serius broo..santaiiiii...toast..
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
                                                                           (image by google)

Dengan beralaskan selembar koran,aku asik duduk menikmati sebungkus kacang rebus. gemerincing suara wayang yang saling beradu di iringi lirih alunan suara gamelan,membuatku seakan menyaksikan langsung perang baratayudha..Karna tanding,itulah lakon yang sedang dimainkan oleh sang dalang di depan sana..

Adipati karna,seorang tokoh wayang yang menjadi simbol dari kesetiaan,pengorbanan,nasionalisme,dan kompleksitas jatidiri juga kehidupan.dan dia idolaku..

masa kecil yang terbuang,perjuangan yang tak kenal rasa takut,lelah dan putus asa,hingga akhirnya bisa membuktikan diri dan di akui,di puja sekaligus di hina, pahlawan juga penghianat, loyalis sejati yang tak tau apa itu dendam,yang dia tau hanya bagaimana caranya membalas budi..

Adipati karna,kisahnya mengingatkanku pada sesosok teman masa kecilku dulu..

Namanya gerry,konon,ibunya meninggal waktu melahirkan dia,lalu ayahnya menikah lagi dan pergi ntah kemana,sementara dia dititipkan pada kakek dan nenek dari ibunya..masa kecilnya begitu menyakitkan,aku ingat,setiap pulang sekolah dia harus rajin mencari kayu bakar jika ingin mendapatkan jatah makan siang,untuk anak seumurannya waktu itu,mencari kayu bakar bukanlah hal yang mudah,dia harus memanjat pohon-pohon yang tinggi,untuk mengambil dahan-dahannya yang sudah kering,seringkali dia harus merasakan sakitnya jatuh dari atas pohon,atau jarinya yang tergores tajamnya golok..

Kemampuan bermain sepakbolanya di atas rata-rata,setiap team yang di belanya pasti menang. hal lucu adalah ketika siapapun yang ingin si gerry ikut bermain bersama teamnya ketika bertanding,maka sebelumnya semua orang dalam team itu harus membantunya mencari kayu bakar..cerdas..hahaha

Sesekali aku melihatnya di pukuli oleh kakeknya,ntah karena pulang bermain terlalu sore,atau kayu bakar yang di dapatnya hanya sedikit. suatu saat,mungkin karena sudah tak kuat lagi menahan derita,dia memutuskan untuk kabur dari rumah,tinggal di sebuah gubuk di tengah-tengah persawahan,aku dan teman-teman lainnya bergantian menyuplai makanan untuknya setiap hari,tak habis fikir bagaimana dia menghabiskan setiap malamnya beberapa hari itu di tengah dinginnya malam dan suara makhluk ntah apa yang saling bersahutan,tidur tanpa selimut dan hanya beralaskan tumpukan jerami kering. akhirnya dia memutuskan untuk kembali dan kita sama-sama tau apa yang terjadi setelah itu.

Di sekolah dasar,dia adalah murid paling cerdas,1 kelas denganku. dan beberapa hari menjelang ujian akhir,karena kakeknya tak mau membayar tunggakan SPP dengan alasan tak mampu,dia malu untuk berangkat ke sekolah,akhirnya drop out. sungguh sayang sekali.

Beberapa tahun berlalu,dia menghilang..

Hingga suatu sore,aku bertemu dengan seorang anak muda,dengan dandanan,tunggangan dan tentengan yang keren. dia adalah si gerry,tak terlihat lagi bocah ingusan yang menyedihkan,tapi sesosok pemuda yang mapan,tampan dan banyak uang,penuh percaya diri.

Dia memulai cerita,selama ini dia telah berkeliling indonesia,dari sumatera,kalimantan,sulawesi,dan NTB,tanpa rasa takut dia melangkah,bekerja dari satu tempat ke tempat lain,mengikuti kemana mimpi membawanya.

"Hebat,berani ya lu merantau jauh-jauh gitu.." Ujarku kagum

"Sumber rasa takut adalah dari apa yang kita miliki. lu tau,gw dari dulu ngga punya siapa-siapa,ngga punya apa-apa,ngga ada yang bisa menahan gw buat ngga pergi dari sini,bahkan ngga ada 1 hal pun yang bisa menahan gw untuk pergi dari dunia ini jika itu harus terjadi-," Jawabnya..

"yang gw punya cuma sedikit harapan,harapan untuk bisa menjadi manusia yang seutuhnya,yang punya mimpi,yang di anggap dan di dengar,dan gw mencari,dari satu tempat ke tempat lainnya,tanpa rasa takut,tanpa rasa lelah,yang gw tau cuma dimana gw bisa menemukan dan mewujudkan apa yang gw harapkan,-" lanjutnya lagi..

"Lalu,setelah semuanya berhasil lu dapetin,pertanyaan gw,ngapain lu balik lagi kesini?? disana lu udah dapet segalanya,kembali ke tempat ini cuma bakal membuka luka lama,dan memberi mereka kesempatan menjilati pantat lo,orang-orang yang dulu nyiksa lu..,-" 

"Gw ga tau,tapi tanpa mereka,jadi apa gw sekarang?? mungkin gw udah di buang sama bokap gw dan jadi gembel jalanan. biar bagaimanapun,sejahat apapun dulu mereka sama gw,sekarang gw cuma pengin berterima kasih,dan sedikit membalas budi kepada mereka karena membiarkan gw hidup,ngasih gw makan..seandainya aja sekarang bokap gw masih hidup dan gw tau dimana dia,gw ngga akan ngebiarin dia susah payah kerja di masa tuanya,gw akan tetep nanggung biaya hidupnya,jangankan berhasil kaya sekarang,kalau tanpa dia,apa gw bakal ada??" Jawabnya mantap

Lamunanku selesai,kacang rebus pun tak terasa hampir habis ku kunyah menyisakkan kulitnya yang menumpuk di pangkuan. sementara di depan sana Adipati karna dan Arjuna sudah saling berhadap-hadapan,tak lama lagi perang tanding antara 2 ksatria kakak beradik itu di mulai,dan Adipati karna berujar :

"Dan bila aku nanti mati dalam perang tanding itu, sampaikan baktiku pada ibunda Kunti, yang tak sekalipun aku memberi ketentraman batin dalam hidupnya . ."

Jakarta,6-juni-2013 bersama sebotol aqua dan kue black forrest dar si kodok.

Buat yang belum tau dan pengin tau lebih banyak tentang siapa itu Adipati karna,dan seperti apa kisah hidupnya,gw udah pernah ngepost tentang dia,ada disini Belajar arti pengorbanan dan kepahlawanan dari adipati Karna
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

About Me

My photo
Moezaki Irkham
I'm forever blowing bubbles
View my complete profile

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2022 (2)
    • ▼  April (2)
      • Rasio Tuhan
      • EKPRESIONISME HIDUP ALA ABU KILABAH AL JARMI
  • ►  2021 (1)
    • ►  September (1)
  • ►  2020 (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2019 (4)
    • ►  April (4)
  • ►  2018 (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  October (1)
  • ►  2015 (5)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  June (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  September (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2013 (33)
    • ►  December (2)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (3)
    • ►  April (3)
    • ►  March (5)
    • ►  February (4)
    • ►  January (3)
  • ►  2012 (48)
    • ►  December (6)
    • ►  November (3)
    • ►  October (7)
    • ►  September (6)
    • ►  August (1)
    • ►  July (8)
    • ►  June (2)
    • ►  May (4)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2011 (59)
    • ►  December (3)
    • ►  November (4)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  August (8)
    • ►  July (4)
    • ►  June (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (9)
    • ►  February (9)
    • ►  January (8)
  • ►  2010 (48)
    • ►  December (3)
    • ►  November (4)
    • ►  October (5)
    • ►  August (1)
    • ►  April (4)
    • ►  March (5)
    • ►  February (15)
    • ►  January (11)
  • ►  2009 (61)
    • ►  August (23)
    • ►  June (20)
    • ►  May (18)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Created with by ThemeXpose | Copy Blogger Themes