Powered by Blogger.

Just a Little Stories

sekedar caraku untuk mengerti apa itu hidup? untuk apa aku hidup? dan seperti apa aku menjalani hidup..

image by google

Joel Ostenn dalam bukunya yang berjudul Your Best Life Now: 7 Steps to Living at Your Full Potential menuliskan "You must make a decision that you are going to move on. It wont happen automatically. You will have to rise up and say, ‘I don’t care how hard this is, I don’t care how disappointed I am, I’m not going to let this get the best of me. I’m moving on with my life.”


Sekitar 3 Tahun yang lalu, dengan penuh semangat untuk menyongsong masa depan gue berangkat dari tegal menuju bekasi bermodalkan secarik alamat dan selembar uang 50.000 dapet minjem setelah mendapatkan telfon untuk bekerja di tempat kerja gue yang sekarang. itu adalah salah satu bagian dimana gue mengambil keputusan yang cukup nekad dalam hidup ini. 

Seperti layaknya kebanyakan orang yang baru tiba di tempat baru, suasana baru, dan orang-orang baru Awalnya gue nggak begitu betah, tapi karena mau pulang kampung juga nggak punya ongkos, akhirnya mau nggak mau gue nahan-nahan terus. "minimal sampe gue dapet ongkos buat pulang kampung dan bayar utang ke tetangga yang gue pake buat berangkat dulu" fikir gue kala itu.

Tapi ternyata seiring berjalannya waktu gue menemukan kenyamanan disini, gue berhasil menemukan dunia gue disini sampe-sampe nggak terasa sekarang udah 3 tahun lebih ajaa -__-.

Ntah bagaimana gue harus mulai bercerita sekarang, karena selama 3 Tahun hidup di sini telah begitu banyak cerita tertulis di hidup gue,menjadi bagian penting dalam membentuk diri, pribadi dan pola fikir gue yang sekarang.. gue belajar dan mengalami banyak hal. mulai dapet temen-temen baru, dapet pacar baru (walaupun cuma beberapa saat..hehe ). saudara baru dan musuh-musuh baru juga. mulai dari gila-gilaan semaleman, sampe berantem di kroyok 7 orang gue rasain disini..

jujur gue nyaman disini, nyaman banget. tapi pada akhirnya hidup menampar gue sehingga gue tersadar kalo gue nggak bisa terus-terusan terjebak di zona nyaman kaya gini. orang bilang "Get out of your comfortzone: it's gonna kill you" dan gue percaya. gue merasa kenyamanan gue disini lama-lama bisa ngebunuh gue, kenyamanan cuma bikin gue nggak berkembang dan gue nggak bisa kaya gini terus kalo emang gue mengharapkan kehidupan yang lebih baik, bukankah hal gila jika kita menginginkan hasil yang berbeda dengan cara yang sama?? itulah kenapa akhirnya sekarang gue memutuskan untuk 'Move On' ke tempat lain. sama seperti ketika dulu gue tiba disini, gue pengin nyoba cara lain untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.

Pada akhirnya apapun yang terjadi di tempat yang baru kelak gue nggak akan pernah nyesel udah ninggalin zona nyaman gue disini. setidaknya gue udah berani melangkah ke depan. 7 Tahun ini gue udah muter-muter jawa, sumatera dan kalimantan. ntah kapan gue bakal berhenti yang jelas sekarang gue masih muda dan gue nggak mau mensia-siakan waktu dan kesempatan yang ada untuk belajar banyak hal terutama belajar tentang kehidupan.

Gue pasti bakal kangen banyak hal yang cuma bisa gue temuin disini. 

Terimakasih bekasi, untuk semuanyaaaa..terimakasih juga untuk temen-temen dan saudara yang nggak bisa gue sebutin satu persatu atas support,bantuan, dan cinta yang kalian berikan selama gue disini.. terimakasih telah menggoreskan sedikit cerita di hidup gue. Seperti yang di bilang seorang penulis asal jepang Haruki Murakami “No matter how much suffering you went through, you never wanted to let go of those memories.”  yakkk, semuanya nggak bakal gue lupain, semua yang terjadi selama 3 Tahun ini,pahit,manis dan asem bakal menjadi kenangan indah yang tersusun rapi di dalam hati gue, dan pada saatnya nanti bakal gue buka lagi satu persatu lembarannya untuk gue salin di buku autobiografi..Amiinnn...hahahaha

Sekali lagi, terimakasih Bekasi.. I'll be missing you :-*
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
image by google


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaaaaaattuuuuuhh.. ehmm..ehmmm.. *puter2 kepala mikrofon* *menebar pandangan ke segala penjuru*
Saudara-saudara bloger sekalian, Perkenankanlah saya Ahkmad Muzaki Irkham kembali menulis di blog yang sudah di penuhi oleh sarang laba-laba ini karena ntah telah berapa lama tidak di isi tulisan baru. dan dalam rangka mengawali tahun baru 2014 dengan semangat menulis serta berbagi sedikit kisah yang menginspirasi atau tidak menginspirasi maka terinspirasilah...Amiiinnn..

Baiklah, seperti kebanyakan orang pada umumnya yang menyambut tahun baru dengan penuh suka cita, gue pun begitu, awal Tahun ini gue bersuka cita karena game fifa online 3 rilis dengan grafik yang keren dan sistem yang jauh lebih baik dari versi sebelumnya. bikin gue tergila-gila dan pengin maen terus siang malem. sangkin tergila-gilanya gue menyelesaikan liga yang berisi 38 pertandingan dalam semalem. Bujuugggg...

Level awal gue maen mode amateur dan kontan gue bisa menyelesaikan mode itu dengan mulusnya. level berikutnya gue masuk mode semi-pro dan di mode ini pun gue masih bisa bikin 100% kemenangan meskipun kemampuan mencetak gol sedikit berkurang. setelah itu gue mulai masuk mode Pro dan disinilah tantangan di mulai. Bangkeeee..gue di bikin frustasi sama ni Game, boro-boro bisa ngegolin banyak kayak di mode Amateur, ngejaga gawang sendiri biar nggak kebobolan aja susahnya naujubileehh.. bawaannya pengin ngebanting keyboard aja tiap kali team lawan masukin bola ke gawang gue dengan mudahnya.

Tapi gue nggak menyerah, gue justru semakin tertantang dan berbeda dengan mode-mode sebelumnya yang meskipun gue bisa menang 9-0, 8-0 dst gue ngerasa biasa aja, di mode ini gue bisa menang 1-0 aja senengnya sampe tumpeeh-tumpeehh. Disini gue jadi inget seseorang..

Sebut saja namanya Bunga, si bunga ini critanya lagi galau gara-gara ketrima kerja yang penempatannya di seluruh Indonesia. dia takut ntar di tempatin di pedalaman Papua, atau di NTT atau di daerah-daerah plosok lainnya.

Padahal, kalo di fikir-fikir kan seru yaa bisa keliling-keliling indonesia gitu. Kalo di taruh di papua bisa belajar cara bikin koteka misalnya, atau kalo di taruh di NTT bisa belajar cara ternak komodo. lumayan kan bisa jadi alternative buat buka usaha kalo udah bosen jadi pegawai. ini cuma permisalan bahwa segala hal memiliki 2 sisi, sisi positif dan negatif, sisi merepotkan dan sisi menyenangkan. tinggal gimana kita memandang dan menyikapinya. layaknya manusia yang nggak pernah sempurna, kehidupan pun selalu menyisakan suka dan duka.

Mungkin semua orang udah tau hal itu, dan sebelum kalian bosan lalu menuduh gue sok bijak mari kita lupakan omong kosong tentang ketidak sempurnaan hidup tersebut. tapi ijinkan gue mengutip sbuah kalimat dari Tan Malaka. Beliau bilang "Berjalan ke depan berarti berpetualang, percobaan yang mungkin menghasilkan segala hal, baik dan buruk bahkan membawa maut. Perjalanan yang pasti cuma perjalanan ke belakang..."

Jadiii.. kalo lo mengharapkan sesuatu yang lebih baik, lo harus berjalan maju dengan siap menerima segala konsekuensinya. kalo pun pada akhirnya gagal kan seenggaknya lo udah nyoba. kecuali lo emang udah cukup puas dengan jadi pengecut yang cuma bisa jalan di tempat atau mundur.

Kaya gue maen game yang meskipun susah gue tetep nyoba mode Pro, nggak jadi pengecut yang milih buat balik ke mode Amateur yang gampang biar gue bisa menang terus.

Kadang kita terlalu fokus pada hal-hal yang menyusahkan sehingga lupa selalu ada pula hal yang menyenangkan. kita terlalu fokus pada masalah sehingga lupa bahwa masalah juga bisa di tertawakan. Pidi baiq aja bilang 'Masalah adalah apa yang kau anggap masalah, jika tidak maka bukan'

Kalo kita terus-terusan seperti itu, maka di kasih nikmat kaya gimana pun sama Tuhan kita nggak akan pernah bersyukur dan selalu memandangnya sebagai kekurangan, dan kita pun akan tumbuh jadi pribadi yang hobi membanding-bandingkan hidup sendiri dengan orang lain. kalo udah gitu maka kita nggak akan pernah tau apa yang namanya bahagia.

Lagipula nih yaaaa.. bayangin hidup lo tanpa masalah, hidup lo tanpa tantangan, pasti ngebosenin banget kannn?? Gusti Allah itu kan sebijak-bijaknya Sang Maha Bijaksana, DIA ngasih kita masalah pasti ada tujuannya, ntah biar kita belajar, biar kita bersyukur atau biar hidup kita makin seruu..  DIA juga kan berfirman "Fainna ma'al usri yusyro : Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan," nggak cuma sekali, di ulangi dan di tekankanNYA lagi  'Inna Ma'al usri yusyro : sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan.' 

Jadi masih ragu dengan janjiNYA yang di firmankan berulang2 gitu?? kalo emang lo jagoan sih seharunya enggak, enjoyy ajaaa.. makanya gue nggak pernah do'a minta hidup tanpa masalah, bukan karena cuma hal itu mustahil, tanpa di minta pun Tuhan nggak mungkin terus-terusan ngasih masalah di hidup kita, dan sebaliknya lo minta sambil nangis jungkir balik biar hidup tanpa masalah juga Tuhan tetep akan ngasih lo masalah cuma kadarnya mungkin lebih mudah. nggak ada apapun di dunia ini yang datang ke hidup kita kecuali tanpa izinnya, dan apa-apa yang dateng dari DIA pasti baik bahkan yang terbaik, mau itu masalah sekalipun. makanya gue nggak pernah do'a minta hidup tanpa masalah, tapi gue lebih suka minta kepada Tuhan untuk di berikan kekuatan dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di hidup gue, serta ketabahan untuk nerimo takdir yang kadang tak sesuai keinginan. sambil sekali-kali ngerayu biar di kasih masalahnya yang gampang-gampang aja..Hidup tanpa masalah bosen, hidup penuh masalah mah mati ajaa..hihihihi :p

Jadi kesimpulannya silahkan simpulkan sendiri,gue mau tidur. dadah :-*
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

image by google

20:12 di sudut sebuah kafe, Gandaria city lantai 1

Secangkir kopi itu masih utuh,tak ku sentuh sedikitpun,aku tak tega untuk merusaknya,aku hanya meraba-raba bibir cangkirnya berharap senyum yang tergambar disana mulai memudar lalu aku akan segera bisa menikmatinya..

Mall ini tak terlalu ramai,ekslusifitas membuatnya hanya dimasuki oleh orang-orang yg merasa dan mengaku dirinya sebagai 'sosialita'..dan aku?? "Lo tunggu aja di cafe A,gw agak telat dikit,pesen apa aja yang lo mau,gw yang bayar" begitu kata teman ku di telfon tadi sekaligus menjadikan alasan aku masuk ke dalam mall dan cafe ini,dan berani memesan secangkir kopi yang bisa tersenyum..

Mungkin sedikit norak,tapi jujur aku tak biasa melakukan pertemuan di tempat-tempat seperti ini,di tempat dimana secangkir kopi bisa lebih mahal dari harga celana dalam..

Ada banyak orang di dalam cafe ini,ntah apa tujuannya.. si gadis di ujung sana yang diam saja sambil terus mengaduk isi cangkirnya..beberapa orang di sebelah kiri ku yang saling tertawa lepas,dan 2 orang gadis di sebelah kanan ku yang sembari menghisap dalam rokoknya terus menyebut nama 'Si Arman' si arman itu begini,si arman itu begitu,dan blablabla...

Seandainya hidup secepat hisapan rokok gadis-gadis tersebut -yang ku hitung sudah 5 batang mereka habiskan dalam waktu kurang dari setengah jam- alangkah indahnya,aku tak perlu cape-cape bekerja,tak perlu cape-cape memikirkan masa depan,mas kawin?? biaya pernikahan?? rumah?? kendaraan ?? deposito?? asuransi kesehatan?? tak perlu lagi rasanya aku mendengar hal-hal itu dari mulut orang tua pacarku tiap aku 'bertandang' ke rumahnya..

Tapi sudahlah,meskipun kata pak ustadz juga hidup ini sementara,tapi tetap saja lama,selama aku menabung untuk membeli laptop yang bertahun-tahun tapi tak kesampaian juga sehingga akhirnya aku memutuskan kredit..hanjirrr..untuk membeli laptop yang harganya sekarang begitu murah saja aku kredit,bagaimana aku bisa mengumpulkan kekayaan sekitar 10 M seperti yang di gadang-gadang calon mertuaku?? hahaha..

Pada akhirnya,butuh bertahun-tahun untuk menyadarkanku bahwa aku adalah laki-laki yang dilahirkan dengan susah payah dan setelah itu di beri nama Langit..dengan harapan,sekuat apapun goncangan yang terjadi di bumi,langit tak akan pernah runtuh..yaa..orang tua ku tak ingin anaknya punya masalah dengan kepercayaan diri.. "Maju terusss..langit itu di atas..kamu adalah Langit,yang jangkauannya tak terhingga,dan dunia hanyalah sebutir debu kecil dibawah kakinya,kamu pasti bisa melakukannya.." yaa,aku bisaa..mah..paah..

Sekarang mari kita berbicara mimpi dan pencapaian..setiap akhir tahun seperti ini orang-orang biasanya melakukan evaluasi,berbicara tentang target,cita-cita,harapan dan sejenisnya. meskipun aku tak biasa membuat hidup ku terlalu formal dengan malakukan evaluasi,tapi tak ada salahnya mencoba..ya kan?? 

Ada beberapa hal besar yang berhasil aku capai tahun ini,selain sebuah piala ntah berbahan apa yang ku dapat dari memenangkan lomba karambol pada acara 17 agustusan,ikut pula mewarnai kamar kost ku menempel di dinding selembar kertas berisi cerpen..ya,itu adalah cerpen pertamaku yang berhasil di muat di sebuah majalan beberapa bulan yang lalu..dan itu ku anggap sebagai pencapaian terbesar sepanjang masa..bukannya aku cepat puas,sekedar penghargaan kepada diri sendiri..mungkinkah Thomas Alfa edison berhasil menemukan hal-hal besar tanpa menghargai hal-hal kecil yang ditemukan sebelumnya?? kurasa tidak..keberhasilannya terbentuk dari penghargaan atas kegagalan-kegagalan dan pencapaian-pencapaian kecil yang dia dapatkan..

Selebihnya? aku adalah bajingan tengik yang menjalani hidup dengan stagnan di depan computer.

Ah tapi jangan anggap aku tak punya mimpi dan harapan di tahun depan..seandainya kiamat batal terjadi,maka aku ingin pergi ke kuba,menghisap cerutu bersama fidel castro,dan ke jamaica,ikut memanen ganja dan membawanya ke afrika selatan,untuk kemudian menghisapnya bersama nelson mandela..

***
Aku mulai muak dengan atmosfer di tempat ini,mereka menyebutnya ekslusif,berkelas,atau ntah apa lagi namanya..tapi yang aku rasakan adalah dingin,angkuh..tempat ini benar-benar tak lebih baik dari kedai kopi mang akim,yang aku akan dengan nyaman menghabiskan tiap malamku disana,menulis sambil sesekali tertawa bersama supir-supir angkot,mendengar caci maki mereka kepada gubernur yang tak kunjung juga membenahi macet,dan membahas tentang sepak bola..tidak seperti disini,obrolan orang-orang yang ku dengar seputar hermes,louis vuitton,katty perry,kristen stewart dan banyak lagi yang aku tak tau satu pun sejenis apa atau siapa mereka..

Mungkin ini hanya tentang kapasitas..dan iya,seperti di katakan pidibaiq dalam bukunya,lautan memang luas,ikannya warna warni dan di tepiannya banyak bikini,tapi aku adalah ikan air tawar,yang kenyamanannya tinggal di empang..

"Manusia memang harus pandai-pandai menempatkan diri,tau dimana dia seharusnya berada.." kurang lebih seperti itulah nasihat ayah ku,"demi kenyamanan dirinya dan orang lain.." lanjutnya lagi..

Di pintu masuk kafe,seseorang yang ku kenal nampak tergopoh-gopoh berjalan menghampiriku...dan kopi ini mulia dingin,asap harumnya yang sedari tadi mengepul sudah mulai habis..tapi senyumnya,masih jelas dan belum pudar sedikit pun..beginilah seharusnya hidup..selama apapun nasib tak memperdulikan kita,setipis apapun harapan yang tersisa,selayaknya senyum tetap terjaga..berhenti melihat keluar,lihatlah ke dalam..lihat ke dalam dirimu sendiri..

Akhmad Muzaki Irkham 1 Desember 2012


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
image by google


Sebagian anak-anak bercita-cita untuk menjadi dokter, sebagian lainnya bercita-cita ingin menjadi pemain bola, sedangkan aku seorang bocah yang hanya ingin melewati hari demi harinya tanpa penyesalan. setidaknya itu beberapa tahun yang lalu ketika usiaku baru menginjak belasan tahun.

Ketika itu, momok paling menakutkan dalam hidup adalah 'penyesalan' sampai-sampai aku di tuntut untuk rajin belajar, rajin sekolah , dan sebisa mungkin meminimalisir kesalahan, semata-mata hanya agar tak menyesal di hari tua, katanya..

lalu sekarang, setelah aku tepat menginjak usia 22 Tahun, setelah aku ntah berapa kali harus jatuh bangun melakukan kesalahan dan merasakan pahitnya kegagalan demi kegagalan, segalanya terasa sama saja. sedikit menyesal mungkin, tapi ternyata penyesalan tak seburuk yang ku bayangkan. seperti yang Nelson Mandela katakan 'If I had my time over I would do the same again. So would any man who dares call himself a man."
yap.. jika reinkarnasi itu ada, dan aku di lahirkan kembali, maka aku akan memilih jalan hidup yang sama, melakukan hal-hal yang sama seperti apa yang aku lakukan sekarang.

Setiap orang memiliki hal-hal yang mereka anggap istimewa dalam hidupnya, dan keistimewaan yang ku miliki adalah ketika aku tak punya uang untuk di habiskan, tak punya hari esok untuk di harapkan. aku hanya punya hari ini yang harus ku nikmati, ku manfaatkan detik demi detiknya agar tak sia-sia Tuhan telah mendeportasiku dari Surga ke Bumi.

Kehidupan itu silih berganti, datang dan pergi, seseorang lahir, seseorang lainnya mati. hari ini aku merayakan ulang Tahun,dan itu artinya waktuku di bumi berkurang lagi. tapi jika boleh meminta, aku tak ingin mati sebelum melakukan sesuatu yang berguna untuk manusia lainnya seperti Nelson Mandela.

Dan Semalam beliau muncul dalam mimpiku kemudian mengucapkan sesuatu dalam bahasa latin "Hodie mihi, cras tibi,Hari ini aku,besok kamu..hidup cuma sekali, buatlah berarti setelah itu mati..!!

Selamat ulang tahun aku, selamat jalan Kek Madiba..Rest in peace, Thank you for everything.

Moezaki Irkham, 7 - Desember - 2013 Pukul 11.30 WIB
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
image by google ( Antara foto )


Baiklah, aku akan memulai ceritaku dari sini, dari bangku paling depan sebuah gerbong kereta, persis tepat di sebelah toilet yang memaksaku harus menikmati aroma pesing sepanjang perjalanan.

Di tengah kencangnya laju kereta, dari tempatku duduk aku bisa melihat pemandangan di luar sana, saat itu tepat pukul 03.00 pagi, saat sinar rembulan remang-remang menyinari hamparan padi siap panen di sawah-sawah sepanjang pesisir pantura. dengan sinar yang terbatas pula, sesekali aku menangkap siluet bangunan-bangunan yang sedang di bangun di tengah-tengah persawahan tersebut, dan nampak baliho-baliho besar bertuliskan 'Hunian nyaman, pesan dari sekarang sebelum kehabisan'

"Mungkin suatu saat nanti akan tiba masanya, dimana kita harus menanam padi di atas atap rumah kita sendiri kalo mau tetep bisa makan ya mas??" itu suara kakek-kakek di depanku yang baru bangun tidur yang melihatku sedang memperhatikan pemandangan di luar kereta.

" Eeee.. iya, kek.." Jawabku singkat dan fikiranku kembali melayang.

Benar, mungkin akan tiba saatnya kita tak punya lagi lahan untuk bercocok tanam, sebuah artikel menyebutkan, menurut Badan Pusat Statistik (BPS, 2010), terjadi penyusutan lahan pertanian sebesar 12.6 ribu hektare di pulau Jawa, sedangkan secara nasional lahan pertanian menyusut sebesar 27 ribu hektare.

Jika sekedar untuk pemukiman, kawasan industri, dll kenapa harus mengalih fungsikan lahan pertanian? kenapa tak cari lahan kurang subur seperti yang islam ajarkan??

Mungkin akan tiba saatnya juga ketika swasembada pangan hanya menjadi kenangan, oh tapi tak perlu menunggu nanti, bukankah sekarang pun sudah terjadi? dimana hampir 75 persen kebutuhan pangan dalam negeri kita dipenuhi dari impor. Jagung 11 persen, daging sapi 23 persen, garam 50 persen dan kedelai 70 persen. bahkan singkong pun kita impor, kan??

belum lagi hilang dari ingatanku, sebuah kabar yang menyebutkan bahwa 2 perusahaan asing Cina dan Malaysia akan menggarap sawah di Indonesia. jika benar, maka ini sungguh ironis, jika minyak dan pertambangan lainnya milik kita di invasi asing, mungkin masih wajar, tapi kali ini apa? Sawah?? Negara Agraris yang krisis pangan dan sawahnya di garap oleh negara lain.

Aku tiba-tiba terbayang 20 Tahun yang akan datang, kira-kira akan seperti apa?? Lahan pertanian kita habis, sumber daya alam ludes, sumber daya manusia pun kalah bersaing dengan SDM2 asing yang membanjiri Indonesia dengan adanya AFTA yang konon akan di berlakukan mulai 2015.

Lihatlah Cilegon, Daerah di ujung barat pulau jawa itu, konon sekarang sedang menghadapi perubahan besar dengan masuknya Industri Korea dan menggunakan tenaga kerja dari Negara Asalnya.

"Makanya, jadilah sumber daya yang berkualitas, jadi nggak takut bersaing."

Iya, tapi maaf, bukannya aku anti kemajuan, tak percaya diri, atau apapun itu, tapi kalau boleh berpendapat maka aku akan bilang ' Belum saatnya' Indonesia belum siap untuk persaingan tersebut, kita bahkan tak mempersiapkan diri. lihat saja, pemimpin kita bukannya sibuk mempersiapkan rakyatnya menghadapi persaingan yang sudah di depan mata, mereka justru sibuk merusak jengkal demi jengkal negeri ini. manusia-manusia pintar itu bukannya mendidik yang lainnya agar sama-sama menjadi berkualitas, justru membodohi. yang pintar membodohi, yang bodoh mati.

Ah ntahlah, kenapa aku jadi pusing memikirkan negara? padahal negara juga tak pernah memikirkanku...tapi tunggu dulu, aku tak memikirkan negara, tapi aku memikirkan diriku sendiri, dan teman juga saudara-saudaraku yang lainnya. karena mungkin aku gagal menjadi warga negara yang baik, aku juga gagal mewujudkan mimpi dan harapan-harapanku, tapi setidaknya aku tidak ingin gagal menjadi manusia, dan manusia gagal adalah yang tak perduli pada manusia lainnya.

Aku sudah disini, di peron 2 stasiun poncol semarang, menunggu jemputan sambil menikmati di tikam kesunyian. benar kata orang, jika kau ingin merasakan kesunyian yang sesungguhnya, pergilah ke stasiun, duduklah disana, lalu perasaan yang kau rasakan ketika perlahan kereta pergi meninggalkanmu sampai akhirnya benar-benar menghilang, itulah sunyi.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

                                     
                                                                    image by goggle


"Cerpen ini adalah terusan dari cerpen sebelumnya yang berjudul : Is This Love [OR] Pragmatism "

 

Ya, aku memang pernah berjanji, bahkan aku pernah mengajakmu lari.. tapi jika sekarang aku harus jujur, itu sekedar usahaku untuk mencoba menutupi keraguanku sendiri..

Maafkan jika aku sedikit egosentris, tapi bukankah Sudjiwo Tedjo budayawan idolamu itu pernah berkata " Wanita memang suka es krim dan coklat, tapi mereka lebih suka kepastian.." ini bukan justifikasi atas apa yang telah aku lakukan, tapi aku harap kamu bisa mengerti..

Bukan aku tak percaya bahwa kamu juga bisa sukses, tapi aku hanya tak bisa menunggu lebih lama lagi.. " Sayang, sukses itu proses, bukan pencapaian, ketika kita bisa menjalani hidup dengan penuh rasa syukur dan puas atas apa-apa yang Tuhan telah tentukan, itulah sukses " Katamu sesekali waktu padaku.. dan ya, aku setuju, aku hanya mulai berfikir bahwa Cintamu mungkin cukup mampu untuk membuatku bertahan hidup, tapi menikah bukan hanya soal bercinta, karenanya aku memutuskan untuk memilih laki-laki lain, maaf..

Kau juga bilang " Dunia adalah arena persaingan, sedikit saja langkahmu berhenti, itu artinya kau harus merelakan apa yang kau cintai " dan ketika kau tak kunjung datang kerumah pada hari-hari dimana aku selalu mendapatkan tekanan dari keluargaku untuk segera meninggalkanmu, keraguanmu mulai lahir, tumbuh dan menjulang..

Terdengar suara Bob Marley bernyanyi malu-malu dari headset yang ku kenakan..

So don't treat me like a puppet on a string,
'Cause I know I have to do my thing.
Don't talk to me as if you think I'm dumb;
I wanna know when you're gonna come - soon.
I don't wanna wait in vain for your love;


itu adalah lirik lagu Waiting In Vain yang dulu kau nyanyikan ketika sedang mendekatiku, dan lagu itu pula yang menjadi acuanku untuk meninggalkanmu, maaf..

Ku harap kau tak pernah membenciku, bukankah kau pernah bilang " Tak ada manusia yang salah, yang ada hanya kesalahan, bencilah perbuatannya, tapi jangan benci manusianya..".
Aku merindukanmu, seseorang yang mengajariku banyak hal tentang kehidupan, tentang konsekuensi dari segala hal yang telah kita putuskan.

Aku rindu, saat-saat dimana kau dengan penuh semangat menceritakan kisah demi kisah pewayangan padaku.. kau pernah menjulukiku Surtikanti ketika pada satu kesempatan aku mengajakmu kawin lari..kau juga pernah bilang "Jika pada akhirnya kau menikah dengan orang lain, jadilah Banowati, yang cintanya hanya untuk Arjuna, meskipun telah bersuamikan Duryudana, dan aku adalah Arjuna, yang tak perduli dia menikmati senyum dan wangimu, karena aku tahu, hatimu sudah milikku.."

tiba-tiba lamunanku di kagetkan oleh suara seseorang yang memanggil namaku..

"Ibu Senja.."

" Yaa.." Jawabku seraya bangkit dari bangku di ruang tunggu ini, semoga hasil check up menunjukan jika janin di rahimku ini sehat dan baik-baik saja.. dan jika dia lahir kelak, aku akan memberinya nama seperti namamu..

" Langit "

Bekasi, 09 - November - 2013 , di tulis sambil gigit spidol pada pukul setengah sembilan pagi. :D

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
image by google

"kita harus berjuang, kamu mau, kan?." Katanya sembari menggenggam erat tanganku. "Aku nggak mau semua yang udah kita lewatin bareng-bareng sia-sia gitu aja, aku nggak mau semuanya cuma jadi kenangan" katanya lagi ketika aku baru saja hendak menganggukan kepala..

"Pasti.!" kataku mantap..

Aku tak pernah mengenal kata menyerah, jika sesekali aku berhenti melangkah,itu bukan menyerah, tapi itu ikhlas, dan kata pidibaiq ikhlas adalah membiarkan diri tenang, sedangkan menyerah membiarkan diri kalah..

Pada tetes terakhir dari 2 pitcher beer yang telah aku habiskan ini, tiba-tiba aku teringat kata-katanya di kesempatan yang lain " Jika pada akhirnya kita tetap tak mendapatkan restu, aku mau kok kamu bawa kabur " dan itu membuatku teringat pada kisah cinta Basukarna dan Surtikanti dalam pewayangan..iya, dia merelakan dirinya di culik oleh Basukarna pada hari pernikahannya dengan Duryudana lelaki pilihan ayahnya, dia tak lagi memperdulikan restu orang tua, baginya, cintanya pada Basukarna adalah restu dari Tuhan dalam bentuk yang lain, dan itu lebih penting dari restu siapapun.
Barangkali, kita tak perlu menjadi seperti mereka, melawan apapun demi bisa menua bersama, kita hanya butuh kesiapan untuk merelakan apa-apa yang memang seharusnya kita lepaskan..

" Kamu kok ngomong gitu?? kamu pesimis? kamu nggak mau memperjuangkan cinta kita?? " katanya penuh emosi ketika aku mencoba menjelaskan bahwa dalam hidup tak segalanya bisa kita genggam.

Aku tersenyum kecil ketika hembusan angin malam menyapu lembut wajahku, dan gelas itu benar-benar telah kering, mungkin ini saatnya aku keluar dari cafe ini, berhenti hanyut dari bayang-bayang kenangan masa lalu, kenangan tentang kamu yang mungkin sekarang sedang bercinta dengan suamimu, seorang laki-laki yang membuatmu akhirnya meninggalkan ku dan mengingkari janji yang dulu kau katakan sendiri.

dan Aku pun telah setuju, dengan Rendra yang bilang " Perempuan bagai belut, meski tlah kau kenali segala lekuk liku tubuhnya, sukmanya selalu luput dari genggaman-" yaa, bahkan kau luput dari janji dan keyakinanmu sendiri.

Terdengar alunan lagu Bob Marley dari band yang sedang live di depan sana ketika aku hampir saya terhuyung jatuh saat mencoba bangkit untuk meninggalkan cafe ini..

I wanna love you and treat you right;
I wanna love you every day and every night:We'll be together with a roof right over our heads;
We'll share the shelter of my single bed;
We'll share the same room, yeah! - for Jah provide the bread.
Is this love - is this love - is this love -
Is this love that I'm feelin'?
Is this love - is this love - is this love -
Is this love that I'm feelin'?
I wanna know - wanna know - wanna know now!
I got to know - got to know - got to know now!
Dan lagi, aku kembali tersenyum kecil, aku tak ingin lagi mencintaimu setiap hari, aku hanya mencintaimu kemarin, karena dunia tak pernah mengenal kata 'selamanya', aku pun tak pernah punya alasan kenapa setiap malam tetes demi tetes beer selalu membawa ingatanku kepadamu, padahal kau telah satu atap dan berbagi tempat tidur dengan laki-laki lain..
Is this love??

Ntahlah, barangkali benar, Cinta lebih mudah dirasakan daripada harus dimengerti, itulah mungkin mengapa lebih butuh balasan daripada alasan.

dan aku pun teringat kata-kata terakhir Basukarna dalam surat yang di tulisnya untuk Surtikanti Istrinya sebelum tewas dalam perang baratayudha 'Satu-satunya kesedihanku ialah bahwa aku tak akan lagi bisa memandangmu, ketika kau memandangku.'

Semoga kau bahagia, kekasih..

Bekasi, 08-november-2013, di tulis pake hp sambil ngepel dan senang pukul 17.15



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

About Me

My photo
Moezaki Irkham
I'm forever blowing bubbles
View my complete profile

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2022 (2)
    • ▼  April (2)
      • Rasio Tuhan
      • EKPRESIONISME HIDUP ALA ABU KILABAH AL JARMI
  • ►  2021 (1)
    • ►  September (1)
  • ►  2020 (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2019 (4)
    • ►  April (4)
  • ►  2018 (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  October (1)
  • ►  2015 (5)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  June (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  September (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2013 (33)
    • ►  December (2)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (3)
    • ►  April (3)
    • ►  March (5)
    • ►  February (4)
    • ►  January (3)
  • ►  2012 (48)
    • ►  December (6)
    • ►  November (3)
    • ►  October (7)
    • ►  September (6)
    • ►  August (1)
    • ►  July (8)
    • ►  June (2)
    • ►  May (4)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2011 (59)
    • ►  December (3)
    • ►  November (4)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  August (8)
    • ►  July (4)
    • ►  June (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (9)
    • ►  February (9)
    • ►  January (8)
  • ►  2010 (48)
    • ►  December (3)
    • ►  November (4)
    • ►  October (5)
    • ►  August (1)
    • ►  April (4)
    • ►  March (5)
    • ►  February (15)
    • ►  January (11)
  • ►  2009 (61)
    • ►  August (23)
    • ►  June (20)
    • ►  May (18)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Created with by ThemeXpose | Copy Blogger Themes