Powered by Blogger.

Just a Little Stories

sekedar caraku untuk mengerti apa itu hidup? untuk apa aku hidup? dan seperti apa aku menjalani hidup..


"Die Religion ... ist das Opium des Volkes", atau bahasa Indonesianya “Agama... adalah opium bagi masyarakat" merupakan salah satu quotes dari Karl Marx yang paling populer. Quotes tersebut diambil dari tulisannya yg berjudul "A Contribution to the Critique of Hegel's Philosophy of Right" yang muncul di media Deutsch-Französische Jahrbücher, Paris pada tanggal 7 & 10 Febuari 1844. 

Sebagai seorang theis, sejak awal gue jelas langsung menolak apa yang dikatakan oleh Marx. karena berdasarkan apa yang gw pelajari dari kecil. agama adalah tuntunan hidup. Ia (agama) adalah jawaban dari Tuhan untuk begitu banyak pertanyaan dalam hidup, dan memang itu kenyataannya. maka ketika Marx menyamakan agama dengan candu yang menenangkan,menahan rasa sakit , ilusi, tapi juga bikin kecanduan dan destruktif maka gw otomatis gak setuju. 

Tapi melihat kondisi hari ini, rasa-rasanya gue mulai mengerti. kenapa dulu Marx sampe kefikiran buat ngomong begitu. Pada awalnya mungkin quotes itu lahir atas dasar kritik Marx terhadap gereja, karena menurutnya ada hubungan ‘kotor’ antara gereja dengan pemegang kekuasaan yang terjadi di ranah agama dan politik Eropa pada abad ke 19. Marx sadar dan geram dengan kenyataan bahwa kaum elit penguasa itu menggunakan agama untuk memobilisasi rakyat untuk memenuhi kepentingan mereka sendiri. persis seperti apa yang terjadi pada kita hari ini. dinamika politik di Indonesia hari ini polanya gak jauh-jauh dari agama. setiap hari, isu yang di angkat selalu soal agama. semua politisi berlomba-lomba untuk “menjadi” agamis. ada yang milih wakil presiden dari kalangan ulama, ada juga yang nyalon Presiden karena dukungan ulama, dll. 

Awalnya gw seneng, karena gw fikir “Ah mungkin ini nih era kebangkitan itu”. dimana agama menjadi motor utama. gw optimis ketika masing-masing pihak mengklaim bertindak dan berjuang atas dasar agama, dan gw percaya jika memang seperti itu, maka siapapun yang menang hasilnya pasti bagus untuk kita semua. 

Tapi kemudian keadaan membuat gw bingung. gw seperti berada di tengah-tengah orang-orang yang lagi Mabar Mobile legend dan gw gak main sendiri. setiap orang asik dengan fikirannya sendiri-sendiri, dengan caci makinya sendiri-sendiri, dengan emosi, kekesalan dan kebanggaannya sendiri-sendiri. sementara gw bingung dengan apa yang harus gw lakukan bahkan apa yang harus gw fikirkan.

semakin hari, kita bukannya semakin baik malah semakin hancur. kita ribut nggak udah-udah. perpecahan dimana-mana, provokasi dan caci maki membabi buta. membuat gw bertanya, kalo memang kita bergerak atas dasar agama? kenapa kehancuran yang kita terima? yang salah agamanya? atau kitanya yang kualat karena udah memperalat agama untuk tujuan-tujuan yang tidak seharusnya?

Mungkin jika terus seperti ini, alih-alih menjaga marwah atau kehormatan agama. kita justru sedang merendahkannya. dan jika apa yang kita lakukan kemudian melahirkan Marx2 baru yang anti agama, maka kita sendirilah orang pertama paling pantas untuk disalahkan. 

Tan Malaka pernah bilang “Sedangkan sebetulnya cara mendapatkan hasil itulah yang lebih penting daripada hasil itu sendiri.” maka jika kita menginginkan kebaikan, tapi prosesnya sendiri tidak baik, maka sia-sialah semuanya. 

Pada akhirnya, kita hanya bisa bertanya-tanya, sampai kapan semua ini akan berakhir? karena jika dilihat dari yang udah-udah, sepertinya perdamaian masih jauh. ntah kita sedang berada di era kerusakan karena ulah kita sendiri, atau memang kita sedang berada dalam proses “Revolusi” yang menurut Bung Karno adalah : “Menjebol dan Membangun”. tapi apapun itu mudah-mudahan seperti yang ditegaskan oleh Trotsky, bahwa masa damai itu mungkin ada.

Wallahu’alam.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

image by google

20:12 di sudut sebuah kafe, Gandaria city lantai 1

Secangkir kopi itu masih utuh,tak ku sentuh sedikitpun,aku tak tega untuk merusaknya,aku hanya meraba-raba bibir cangkirnya berharap senyum yang tergambar disana mulai memudar lalu aku akan segera bisa menikmatinya..

Mall ini tak terlalu ramai,ekslusifitas membuatnya hanya dimasuki oleh orang-orang yg merasa dan mengaku dirinya sebagai 'sosialita'..dan aku?? "Lo tunggu aja di cafe A,gw agak telat dikit,pesen apa aja yang lo mau,gw yang bayar" begitu kata teman ku di telfon tadi sekaligus menjadikan alasan aku masuk ke dalam mall dan cafe ini,dan berani memesan secangkir kopi yang bisa tersenyum..

Mungkin sedikit norak,tapi jujur aku tak biasa melakukan pertemuan di tempat-tempat seperti ini,di tempat dimana secangkir kopi bisa lebih mahal dari harga celana dalam..

Ada banyak orang di dalam cafe ini,ntah apa tujuannya.. si gadis di ujung sana yang diam saja sambil terus mengaduk isi cangkirnya..beberapa orang di sebelah kiri ku yang saling tertawa lepas,dan 2 orang gadis di sebelah kanan ku yang sembari menghisap dalam rokoknya terus menyebut nama 'Si Arman' si arman itu begini,si arman itu begitu,dan blablabla...

Seandainya hidup secepat hisapan rokok gadis-gadis tersebut -yang ku hitung sudah 5 batang mereka habiskan dalam waktu kurang dari setengah jam- alangkah indahnya,aku tak perlu cape-cape bekerja,tak perlu cape-cape memikirkan masa depan,mas kawin?? biaya pernikahan?? rumah?? kendaraan ?? deposito?? asuransi kesehatan?? tak perlu lagi rasanya aku mendengar hal-hal itu dari mulut orang tua pacarku tiap aku 'bertandang' ke rumahnya..

Tapi sudahlah,meskipun kata pak ustadz juga hidup ini sementara,tapi tetap saja lama,selama aku menabung untuk membeli laptop yang bertahun-tahun tapi tak kesampaian juga sehingga akhirnya aku memutuskan kredit..hanjirrr..untuk membeli laptop yang harganya sekarang begitu murah saja aku kredit,bagaimana aku bisa mengumpulkan kekayaan sekitar 10 M seperti yang di gadang-gadang calon mertuaku?? hahaha..

Pada akhirnya,butuh bertahun-tahun untuk menyadarkanku bahwa aku adalah laki-laki yang dilahirkan dengan susah payah dan setelah itu di beri nama Langit..dengan harapan,sekuat apapun goncangan yang terjadi di bumi,langit tak akan pernah runtuh..yaa..orang tua ku tak ingin anaknya punya masalah dengan kepercayaan diri.. "Maju terusss..langit itu di atas..kamu adalah Langit,yang jangkauannya tak terhingga,dan dunia hanyalah sebutir debu kecil dibawah kakinya,kamu pasti bisa melakukannya.." yaa,aku bisaa..mah..paah..

Sekarang mari kita berbicara mimpi dan pencapaian..setiap akhir tahun seperti ini orang-orang biasanya melakukan evaluasi,berbicara tentang target,cita-cita,harapan dan sejenisnya. meskipun aku tak biasa membuat hidup ku terlalu formal dengan malakukan evaluasi,tapi tak ada salahnya mencoba..ya kan?? 

Ada beberapa hal besar yang berhasil aku capai tahun ini,selain sebuah piala ntah berbahan apa yang ku dapat dari memenangkan lomba karambol pada acara 17 agustusan,ikut pula mewarnai kamar kost ku menempel di dinding selembar kertas berisi cerpen..ya,itu adalah cerpen pertamaku yang berhasil di muat di sebuah majalan beberapa bulan yang lalu..dan itu ku anggap sebagai pencapaian terbesar sepanjang masa..bukannya aku cepat puas,sekedar penghargaan kepada diri sendiri..mungkinkah Thomas Alfa edison berhasil menemukan hal-hal besar tanpa menghargai hal-hal kecil yang ditemukan sebelumnya?? kurasa tidak..keberhasilannya terbentuk dari penghargaan atas kegagalan-kegagalan dan pencapaian-pencapaian kecil yang dia dapatkan..

Selebihnya? aku adalah bajingan tengik yang menjalani hidup dengan stagnan di depan computer.

Ah tapi jangan anggap aku tak punya mimpi dan harapan di tahun depan..seandainya kiamat batal terjadi,maka aku ingin pergi ke kuba,menghisap cerutu bersama fidel castro,dan ke jamaica,ikut memanen ganja dan membawanya ke afrika selatan,untuk kemudian menghisapnya bersama nelson mandela..

***
Aku mulai muak dengan atmosfer di tempat ini,mereka menyebutnya ekslusif,berkelas,atau ntah apa lagi namanya..tapi yang aku rasakan adalah dingin,angkuh..tempat ini benar-benar tak lebih baik dari kedai kopi mang akim,yang aku akan dengan nyaman menghabiskan tiap malamku disana,menulis sambil sesekali tertawa bersama supir-supir angkot,mendengar caci maki mereka kepada gubernur yang tak kunjung juga membenahi macet,dan membahas tentang sepak bola..tidak seperti disini,obrolan orang-orang yang ku dengar seputar hermes,louis vuitton,katty perry,kristen stewart dan banyak lagi yang aku tak tau satu pun sejenis apa atau siapa mereka..

Mungkin ini hanya tentang kapasitas..dan iya,seperti di katakan pidibaiq dalam bukunya,lautan memang luas,ikannya warna warni dan di tepiannya banyak bikini,tapi aku adalah ikan air tawar,yang kenyamanannya tinggal di empang..

"Manusia memang harus pandai-pandai menempatkan diri,tau dimana dia seharusnya berada.." kurang lebih seperti itulah nasihat ayah ku,"demi kenyamanan dirinya dan orang lain.." lanjutnya lagi..

Di pintu masuk kafe,seseorang yang ku kenal nampak tergopoh-gopoh berjalan menghampiriku...dan kopi ini mulia dingin,asap harumnya yang sedari tadi mengepul sudah mulai habis..tapi senyumnya,masih jelas dan belum pudar sedikit pun..beginilah seharusnya hidup..selama apapun nasib tak memperdulikan kita,setipis apapun harapan yang tersisa,selayaknya senyum tetap terjaga..berhenti melihat keluar,lihatlah ke dalam..lihat ke dalam dirimu sendiri..

Akhmad Muzaki Irkham 1 Desember 2012


Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Waktu kecil,aku pernah bertanya pada kakekku tentang apa itu Takdir,lalu jawabnya 'Kau mendapatkan hasil dari apa yang kau lakukan',belum sepenuhnya aku bisa memehami maksud dari perkataannya,kakek melanjutkan 'urip iku ngunduh wohing pakerti,hidup adalah capain demi capaian dari apa yang kau lakukan,baik dan buruk hasilnya tergantung dari apa yang kau kerjakan..'

***
Malam ini,aku melihatnya tertidur begitu lelap,wajahnya damai,tanpa beban,dan ku harap hari-harinya berjalan seperti itu,gunjingan-gunjingan orang tentang siapa ayahnya tak pernah mengganggu hidupnya,layaknya bising suara kipas angin tua ini yang tak sedikit pun mengganggu tidurnya.

Setiap melihat wajah polosnya,apalagi ketika tidur seperti ini,manis dan getirnya bayangan masa lalu akan segera menghampiri,rasa sesal sekaligus syukur melebur menjadi satu,sampai aku tak tau apa yang sedang aku rasakan.

***
aku adalah gadis berumur 17 Tahun waktu itu,waktu ayahku yang katanya mantan anggota PKI itu harus meninggal ketika terjadi bentrok dengan preman-preman bayaran para investor yang ingin menjadikan lahan-lahan sawah di kampungku menjadi villa,setelah itu,ibu mengajakku pergi,meninggalkan kampung halaman yang aku sungguh mencintainya,walaupun aku tau dia tak pernah mencintaiku..dari kecil aku telah terbiasa di kucilkan,latar belakang masa lalu ayahku membuat orang-orang desa melihat keluargaku seperti sisa-sisa sampah yang menjijikan.

Orang bilang ibukota lebih kejam dari ibu tiri,tapi aku tak perduli,harapanku ketika pertama kali menginjakan kaki disini adalah 'kau tak akan sekejam kampung halamanku,jakarta..'

Hidup di kontrakan kumuh di bantaran sungai ciliwung aku masih kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dan tak tau harus berbuat apa,melanjutkan sekolah sepertinya terlalu mustahil,bisa bertahan hidup dari hasil kerja ibuku menjadi buruh cuci pun rasanya itu adalah keberuntungan paling maksimal untuk kami.

Aku tak ingin sombong,tapi parasku yang lumayan cantik adalah satu-satunya modal bagiku untuk memberanikan diri bergaul serta memiliki teman,juga karena itu pula lah,99% teman-temanku adalah laki-laki.

***
Namanya Nando,resistensinya yang begitu keras terhadap lingkungan membuatnya begitu menonjol dari teman-temanku yang lainnya,sekaligus begitu menarik di mataku. sejarah hidupku yang selalu tertekan,di kucilkan,membuatku selalu ingin memberontak terhadap dunia,terhadap lingkungan,dan pada diri si Nando lah aku menemukan itu.

Aku tak bisa memungkiri,aku mulai jatuh cinta,dan kita mungkin bisa sepakat,bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa membuat kita menjadi begitu tolol. walaupun aku tak pernah merasa menyesal setelah keperawananku di renggut Nando,tapi saat-saat aku merasa dunia ini bisa adil dan menyenangkan kembali hilang ketika akhirnya aku Hamil dan Nando menghilang begitu saja.

Penderitaan yang aku alami sedari kecil membuatku tak pernah bisa membedakan antara terus berharap dan putus asa,dan inilah yang terjadi ketika aku harus 'ngunduh wohing pakerti,memetik hasil dari apa yang aku lakukan' . aku tak pernah berfikir sedikitpun untuk menggugurkan kandungan ini. ibu ku pun,meski aku tak pernah tau apa yang dia rasakan di dalam sana,dia hanya berkata 'bertanggung jawablah,pada dirimu sendiri.'

Dan ketika anakku lahir dan baru berumur 1 minggu,ibuku meninggal,penyakit darah tinggi membawanya meninggalkan dunia yang penuh rasa sakit.

Apakah kalian pernah berfikir,apa yang bisa aku lakukan hari itu,seorang gadis yang belum genap berumur 19 Tahun,hidup sebatang kara dengan nol pengetahuan tentang mengurus anak,dan disampingnya tergeletak seorang bayi berumur 1 minggu yang kulitnya pun masih merah??

Bunuh diri?? tak pernah terfikir sedikitpun untuk melakukannya,dari pada aku membunuh diriku sendiri,setelah itu tak ada yang mengurus anakku,lebih baik aku menjual diri ini,aku mendapatkan uang untuk membesarkan anakku,dan karunia Tuhan akan paras cantik ini tak sia-sia.

Hingga detik ini,aku dan anakku bertahan hidup dari tetes demi tetes peluh kenikmatan laki-laki hidung belang,siapa perduli?? jika aku harus di kucilkan oleh lingkungan,maka sejak kecil aku telah mendapatkannya. jika aku harus hidup dengan cacian,toh pujian pun tak bisa memberiku makan.

Desir angin dari jendela yang ku buka terasa semakin kencang,aku bangkit untuk menutupnya,sebelum menutup jendela,ku lihat dilangit sana rembulan mengintip malu-malu,seakan berkata 'Anakmu mungkin butuh uang,tapi dia juga butuh bangga siapa orang tuanya,fikirkanlah..'

Dan hati ini sungguh seperti tersayat-sayat,sambil ku cium kening anakku,aku hanya bisa berbisik lirih 'maafkan aku..'

Jakarta, 11-april-2013 20:45 Wib
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Banyak orang bilang,hidup itu seperti sebuah film,setiap orang memainkan perannya masing-masing,dan setiap orang adalah aktor utama bagi kisahnya sendiri-sendiri..

Begitu juga dengan aku,sejauh ini,aku hanya sedang mencoba menikmati peran ku dalam sebuah skenario bernama takdir..aku adalah seorang pemuda,yang di penuhi mimpi-mimpi akan masa depan,juga ambisi untuk membuat semuanya menjadi lebih baik.

Di bagian ini,aku sedang menjadi seorang cleaning service sebuah hotel bintang lima di jakarta,si scene-scene sebelumnya,aku adalah si tukang gali kubur,si tukang nasi goreng keliling,si pengamen dan banyak lagi profesi-profesi lainnya. yang akhirnya,membuatku semakin percaya,bahwa hidup adalah kumpulan dari berkeping-keping cerita.

NewBar LaZada Hotel 2-02-2013 02:30 WIB

Sebenarnya bukan tugasku disini,tugasku adalah menggulung sprei-sprei yang seringkali berceceran sperma di atasnya di dalam kamar hotel. dan itu sudah selesai ku lakukan sejak jam 10 tadi,seharusnya sekarang aku sudah tidur nyenyak di kamar kost di tengah perkampungan kumuh tepat di sebelah hotel mewah ini. tapi,karena gajiku bulan ini sudah ku kirimkan semau ke kampung,maka jika aku tak rajin-rajin lembur,maka 1 bulan ke depan aku terancam tak makan dan di usir dari 'kost mewahku' karena tak mampu membayar sewa. karenanya, dengan senang hati,sekarang aku berada di dalam bar ini,berada di tengah pesta,dan di tengah ratusan orang yang ntah sedang menikmati hidup yang menyenangkan,atau justru sedang melarikan diri dari hidup yang menyakitkan.

Mereka minum,mabuk,joget,muntah kemudian terkulai tak berdaya antara tidur,pingsan dan mati. dan setelah itu akulah yang membereskan meja mereka,membereskan gelas-gelasnya,membersihkan bekas muntahannya,dan juga menggendong mereka ke taksi untuk di bawa pulang.

Disudut sana,segerombolan kakek-kakek nampak asik menikmati minumannya sambil di temani bebarapa gadis muda,ah mungkin mereka ingin menikmati hidup sebelum ajal menjemputnya.

Di sebuah sudut yang lain,seorang bule nampak mabuk parah,tapi tak banyak bicara atau bertingkah,hanya minum,minum dan minum,sampai tak kuat lagi dia mengangkat kepalanya sendiri.dan brukk..terkulai tak berdaya di atas meja. 

Jika berada di lingkungan seperti ini,terkadang aku merasa bangga,bagaimana negara ku Indonesia kini telah begitu maju,disini tak ada masalah,yang ada hanya senang dan hura-hura.

Tapi,itu tak terjadi ketika aku pulang ke kost atau ke kampung,di lingkungan kost ku,para ibu-ibu mulai mengeluh tentang harga bawang yang gila-gilaan.para bapak-bapak mulai mengeluh,tentang kondisi jalanan,macet dimana-mana,membuat mereka harus cape di jalan setiap berangkat atau pulang bekerja.

Sementara di kampung ku sana,para petani mulai putus asa,harga pupuk melambung tinggi,sementara hasil panennya hanya bisa di jual dengan nilai yang rendah sekali.

di tengah alunan musik yang menghentak,di antara celah cahaya lampu disko,aku bertanya,pada siapa saja,jadi sebenarnya kita ini sedang maju atau mundur??

Kita semakin hobi hura-hura,gaya hidup kita semakin mirip dengan negara-negara maju yang sedang dilanda krisis di barat sana. perumahanan-perumahan elit di bangun dimana-mana,produsen mobil mewah membanjiri negri ini.tapi disisi lain..lahan pertanian kita semakin menyempit,jalanan kita semakin macet,harga sayur melambung tinggi di negera yang katanya maritim,dan kesenjangan sosial semakin jelas serta nampak dimana-mana.

Ah ntahlah,setengah botol chivas regal sisaan nampak menggoda di meja sana. untuk orang-orang sepertiku,tak hanya mimpi yang mahal dan tak terbeli.tapi juga minuman-minuman seperti ini aku tak akan mampu untuk membelinya,maka dari itu aku tak akan melewatkan kesempatan ini.dari pada aku pusing memikirkan negara,lebih baik ku bikin pusing sekalian dengan menenggak setengah botol Chivas regal.

Toast...

Bekasi. 20:30 WIB Di depan tv,sambil baca buku,denger radio dan main game..dua kosong kosong tiga dua kosong satu tiga.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Seperti kebanyakan anak kecil pada umumnya,dulu gue juga sering di dongengin sebelum tidur sama bokap,tapi dongengnya seringkali bukan dongeng-dongeng tentang binatang kaya kancil dan temen-temennya,tapi cerita-cerita islami,kisah tokoh-tokoh islam,dan sejenisnya..

Salah satu dongeng yang sering gue denger adalah ini :

Jaman dahulu,hiduplah 4 orang santri,setiap hari mereka selalu menyibukan diri untuk belajar ilmu agama pada seorang kyai..suatu hari sang kyai mengajarkan tentang ilmu Tauhid,beliau menjelaskan bahwa Tuhan itu Maha melihat,tak ada sejengkal tempatpun di alam raya ini yang luput dari pengawasan Tuhan,di dalam Tanah,di dalam batu,di dalam laut terdalam,dimanapun..

Setelah pelajaran selesai,Sang Kyai memberikan masing2 muridnya seekor ayam dan sebilah pisau,lalu menyuruh mereka untuk memotong ayam tersebut,tapi dengan satu syarat mereka harus memotong ayam tersebut di tempat yang tak bisa di lihat oleh siapapun..para santri pun menurut dan mencari tempat untuk memotong ayamnya masing-masing.. 

Tak lama setelah itu,satu persatu dari mereka kembali dengan ayam yang telah terpotong,tapi salah seorang dari mereka kembali tanpa ayam yg terpotong,ayamnya masih tetep hidup..

Sang Kyai pun menanyai satu persatu santrinya, "Santri 1,dimana kamu menyembelih ayammu?" katanya pada salah seorang santri..

Dengan sedikit senyum bangga santrinya menjawab " dia atas gunung sana Kyai,dan saya yakin tak ada siapapun yang bisa melihat karena tak ada seorang pun yang berani kesana.." jawabnya bangga..

"Lalu kau santri 2??" lanjut sang Kyai pada santri lainnya.."di gua di dalam Hutan pak Kyai,saya jamin tak ada yang melihat" jawab santri 2..

"Dan kau,santri 3? dimana kau potong ayammu??" "Di pinggir sungai sana pak Kyai" jawab santri 3 "Kau yakin tak ada yang melihat??" lanjut Sang kyai " Sangat yakin" jawab santri 3 lagi mantap..

Lalu pak kyai menatap tajam santri 4 yang belum memotong ayamnya," kamu,kenapa tak memotong ayamnya??" tanya pak kyai dengan penasaran "Sebelumnya maaf pak kyai,saya bukannya tak mematuhi perintah anda,tapi seperti yang anda jelaskan sebelumnya bahwa Tuhan maha melihat,tak ada sejengkal tempat pun di alam ini yang luput dari pengawasanNYA,lalu anda menyuruh kami mencari tempat yang tak bisa dilihat siapapun?? bagaimana kami bisa?" Jawab santri 4 dengan mantap.

Sang Kyai pun tersenyum bangga,lalu berkata bahwa dari ke 4 santrinya,cuma santri 4 lah yang lulus ujiannya.

Awalnya,moral dari dongeng di atas yang berhasil gue tangkep dan gue pahami adalah cuma Tuhan Maha Melihat,Tuhan Maha Tau,maka selihai apapun kita menutupi kebohongan,menutupi kepalsuan dan kemunafikan,ada Tuhan yang tau semuanya.

Lalu pada perkembangannya,ketika gue sedang mencoba bernostalgia dengan dongeng-dongeng masa kecil gue gue berhasil mendapatkan satu moral lagi dari dongeng tersebut,yaitu bahwa terkadang kita perlu mengambil jalan lain,jalan yang berbeda untuk mencapai kebenaran.

Jangan takut untuk menjadi beda,jika pada akhirnya kita bisa membuktikan bahwa apa yang kita pilih adalah benar,yang terpenting adalah apa yang kita lakukan berdasar dan bisa di pertanggung jawabkan.

Tapi bukan berarti gue setuju dengan apa yang terjadi dewasa ini,saat muncul sebagian orang yang menggagas modernisasi islam lalu mencoba mendobrak hukum-hukum bakunya,whatever siapa mereka,mereka ahli,mereka pakar,tapi ketika hasil pemikiran mereka disampaikan kepada orang-orang awam yang tak tau apa-apa,maka akan berbahaya dan cenderung menyesatkan.

So,di sisi mana kau berjalan,di garis itulah kau berjuang,demi kepentingan atau pun demi kebenaran,ada Tuhan yang selalu menyaksikan,dan pada akhirnya kau sendirilah yang mempertanggung jawabkan.

Syalam,meehh..
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


LottusMart 09-02-2013 Pukul 23:30

Jika ada yang menarik dari perayaan imlek selain angpao dari si bos,adalah aku suka melihat lampion-lampion warna-warna yang seringkali menghiasi ruang-ruang publik,dan walaupun aku tak suka warna pink tapi perpaduan antara deretan balon-balon berbentuk hati berwarna pink dan lampion warna-warni yang menghiasi ruangan minimarket ini cukup untuk memanjakan mata..

Euforia penyambutan hari 'kasih sayang' yang akan segera tiba bebarapa hari lagi seakan membuat minimarket ini lupa bahwa stock kopi siap saji mereka telah habis..aku tak menemukan satu sachet kopi atau setetes air panaspun disini,sementara di setiap sudut yang aku lihat hanya coklat,bunga,dan..kondom..

Aku tak tau apa yang mereka rayakan,ntah pernikahan dewa-dewi dalam mitologi yunani kuno,atau tewasnya St.Valentine sang pejuang kasih sayang di tiang pancung..yang jelas,jika hubungannya dengan kasih sayang dan pengorbanan,aku lebih mengenal Lakon Romantis Gugur Bisma dalam pertunjukan wayang,atau kerelaan Wisanggeni untuk menjadi korban kemenangan Pandawa dalam Perang Baratayuda..

***

HoNcafe 10-02-2013 pukul 00:30

Kick Off babak pertama antara Man.city Vs Southampton di mulai dengan optimisme tinggi ku dan beberapa kawan yang kebetulan sedang nobar disini,kemenangan 3 point mutlak harus di dapat untuk memperkecil jarak dengan sang pemuncak klasemen man.united,beberapa menit pertandingan berjalan kami di kejutkan oleh gol dari pemain southampton yang ntah siapa namanya ke gawang joe hart,lalu beberapa menit selanjutnya kami kembali di kejutkan oleh gol kedua mereka ke gawang joe hart karena ketidak sempurnaannya menangkap bola..di akhir babak pertama,kami bisa sedikit bernafas lega karena Edin Dzeko berhasil memberi harapan dengan mencetak gol ke gawang lawan..

Kelegaan ini semakin lengkap dengan datangnya makanan pesanan kami,mungkin ini menu paling murah yang ada disini,aku menyebutnya 'Secomot nasi benyek,se sachet saos dan se keping nuggets berisi udang mentah' yang pada akhirnya aku hanya memakan beberapa suap nasi dengan hanya berlauk saos tanpa menyentuh sedikitpun nuggetsnya,temanku boleh saja menyebutku norak,tapi dengan uang 25000 aku lebih rela mendapatkan satu porsi nasi bebek seharga 10 ribu yang biasa aku makan di emperan jalan dengan sambal pedas dan nasi pera nya..

Aku mulai berfikir,mungkin restoran-restoran mewah kebanyakan pun makanannya tak jauh-jauh beda dari ini,inikah eklusifitas? gengsi? sesuatu yang selama ini orang-orang kejar dan cari-cari??

Atau mungkin hanya lidahku saja yang salah,lidah dari seorang bocah yang lahir dan tumbuh di desa,tanpa asupan susu formula tapi murni ASI seorang ibu yang rajin minum rebusan daun katut??

Kick off babak kedua di mulai,dan tak lama sesuatu yang membuatku ingin segera beranjak dari situ dan mulai percaya bahwa malam itu adalah malam yang suram adalah gol yang di cetak dengan indahnya oleh Gareth Barry,tapi sayangnya gol itu dia lesatkan ke gawangnya sendiri..dan setelah itu skor 3-1 bertahan hingga akhir dengan permainan city yang semakin berantakan..

***

Kamar 10-02-2013 pukul 03:30

Yah,beginilah hidup,ada kalanya kita selalu bahagia dan mampu mendapatkan apapun yang kita inginkan..tapi tak jarang Tuhan ingin memberi kejutan dengan segala hal yang tak kita perhitungkan..tapi hidup harus terus seperti itu..konflik harus tetap ada,ketidakpastian harus tetap ada,dan hal2 menyebalkan lainnya..agar dunia ini tetap berjalan semestinya,berputar dan tak monoton..pada akhirnya,apapun yang terjadi,adalah kesempatan yang langka untuk terus belajar..

Kamar 10-02-2013 pukul 06:00

Aku terbangun dengan kepala sedikit pusing,di antara usaha untuk mengumpulkan kesadaran aku mencoba kembali mengingat-ingat mimpi apa aku semalam?? dan yaa..seorang kakek-kakek tua,botak di kepala bagian depannya dan berjenggot tebal menghampiriku,lalu dia berkata "kehidupan yang tidak digali adalah kehidupan yang tidak layak dijalani.."
Oh Ki Socrates,kau kah itu??

Djakarta - Satoe Kosong Kosong doea doea kosong satoe tiga
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

About Me

My photo
Moezaki Irkham
I'm forever blowing bubbles
View my complete profile

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2022 (2)
    • ▼  April (2)
      • Rasio Tuhan
      • EKPRESIONISME HIDUP ALA ABU KILABAH AL JARMI
  • ►  2021 (1)
    • ►  September (1)
  • ►  2020 (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2019 (4)
    • ►  April (4)
  • ►  2018 (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  October (1)
  • ►  2015 (5)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  June (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  September (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2013 (33)
    • ►  December (2)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (3)
    • ►  April (3)
    • ►  March (5)
    • ►  February (4)
    • ►  January (3)
  • ►  2012 (48)
    • ►  December (6)
    • ►  November (3)
    • ►  October (7)
    • ►  September (6)
    • ►  August (1)
    • ►  July (8)
    • ►  June (2)
    • ►  May (4)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2011 (59)
    • ►  December (3)
    • ►  November (4)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  August (8)
    • ►  July (4)
    • ►  June (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (9)
    • ►  February (9)
    • ►  January (8)
  • ►  2010 (48)
    • ►  December (3)
    • ►  November (4)
    • ►  October (5)
    • ►  August (1)
    • ►  April (4)
    • ►  March (5)
    • ►  February (15)
    • ►  January (11)
  • ►  2009 (61)
    • ►  August (23)
    • ►  June (20)
    • ►  May (18)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Created with by ThemeXpose | Copy Blogger Themes