Powered by Blogger.

Just a Little Stories

sekedar caraku untuk mengerti apa itu hidup? untuk apa aku hidup? dan seperti apa aku menjalani hidup..



Aku tidak menjamin setiap orang akan jatuh cinta ketika pertama kali tiba di tempat ini,tapi jika kau lihat ke arah utara sana,hamparan sawah hijau yang begitu luas,dengar irigasi yang begitu rapi sisa-sisa pembangunan jaman belanda dulu,sungguh begitu memanjakan mata..di malam hari,masih ke arah utara,kau akan di manjakan dengan kerlap-kerlip lampu kota yang indah..letak tempat ini yang tepat di lereng gunung slamet,atau berada di ketinggian  1.050 meter dari permukaan laut,membuat mata kita mampu menyusup ke setiap sudut kota yang berada di bawah sana,atau melihat mungilnya kapal-kapal yang sedang berlayar di laut utara.

Hanya perlu beberapa langkah untuk keluar pekarangan rumah dan kau akan menyaksikan geliat sang surya di pagi hari,menikmati belaian hangatnya yang dengan perlahan mengusir dinginnya udara pegunungan,jongkokan badanmu sedikit,pejamkan mata,lalu perlahan sapukan tanganmu pada rumput-rumput yang basah oleh embun dan jernih dan begitu segar itu..tengoklah ke arah selatan,nikmati hamparan bukit-bukit yang nampak gagah,dan burung-burung yang mulai muncul dan bernyanyi dari rimbun pepohonan disana.

Aku tidak sedang berlibur di tempat ini,tapi aku di lahirkan disini,inilah kampung halamanku..

Sebuah tempat,yang bisa membuatku lupa bahwa aku rakyat Indonesia,kedamaian yang di berikannya melebihi dari kedamaian yang ku dapatkan setelah menonton TVRI.

Jika di TVRI aku menyaksikan,bagaimana bangganya rakyat pada sang presiden,maka,disini aku menemukan orang-orang yang justru melupakan Presiden..saat di kota orang-orang disibukan dengan hingar bingar politik,menuntut banyak hal pada pemerintah,orang-orang disini dengan antengnya tetap telaten menggarap sepetak sawah mereka,meskipun dengan harga bibit dan pupuk yang melambung tinggi.

Di TVRI aku tersenyum bangga ketika di beritakan bagaimana suksesnya pemerintah menjalankan program BLT tepat sasaran,tapi aku lebih bangga,ketika orang-orang disini semakin giat merawat ternak-ternak mereka terutama sapi dan kerbau..bagaimana mereka bisa membajak sawah kalau tanpa sapi dan kerbau..diesel?? bahan bakarnya terlalu mahal,dan BLT? ah lupakan,yang mereka tau cuma ada sticker berbunyi 'kluarga miskin penerima BLT' menempel di pintu rumahnya,tapi uangnya sepeserpen tak mereka rasakan.

Mereka hanya tertawa,ketika mendengar dagelan tentang kacaunya penyelenggaraan UN,siapa perduli? Toh meskipun anak-anak mereka lulus SMA,ujung-ujungnya ke sawah juga,macul,maen lumpur,mandiin kebo..kuliah?? lupakaann..kau takan tau apa-apa kecuali teori jika yang kau lakukan hanya duduk di balik bangku sambil baca setumpuk buku..sinii..tak perlu jadi sarjana pertanian untuk bisa membajak sawah..kata mang akim pada anaknya yang merengek minta kuliah..

Kami begitu akrab dengan penderitaan,jika sampah saja bisa di daur ulang menjadi sebuah barang berharga dan mahal,maka,pun begitu dengan penderitaan,dari sekian banyaknya,kami meleburnya menjadi satu,dan menjadikannya kebahagiaan-kebahagiaan kecil yang cukup untuk membuat kami merasa yakin bahwa dunia telah berjalan dengan wajar,semestinya..

Kami tak pernah perduli,Presiden kami yang sibuk dengar account twitter barunya,tak pernah perduli dia punya resep nasi goreng singkong yang lezat,kami tetap nikmat makan dengan ikan asin dan sambil terasi,anak-anak kecil disini tak pernah iri dengan cucu presiden yang akrab dengan kamera SLR,disini,gangsing dari kayu dan kelereng tetap menjadi favorit. tak pernah perduli dia yang bisa berkumpul dengan kluarganya setiap hari,dan berlibur stiap weekend,Bi narti,suaminya menjadi bang toyyib karena tiga 3 tahun tak pulang-pulang pun tak masalah,selama kiriman uang bulanan untuk membeli berasnya lancar..

Lalu,siapa yang sebenarnya beruntung? Sang presiden yang memiliki rakyat yang tak banyak menuntut seperti kami,atau justru kami?? yang bahkan tak pernah perduli dan menganggap negri ini cuma mimpi??
Share
Tweet
Pin
Share
No comments



'Pada akhirnya kau akan tahu,bahwa menikah bukan hanya soal bercinta..' kata ibuku ketika aku mencoba menceritakan sedalam apa perasaanku padamu..

Satu persatu kelelawar keluar dari sarangnya,terbang bebas menembus cakrawala jingga,dan daun-daun pohon kelapa di atas bukit,bergoyang pelan penuh irama di tiup angin senja,di kejauhan sana,hamparan sawah padi yang baru saja selesai di panen,menjadi taman paling menyenangkan bagi anak-anak untuk bermain.

               "Kamu masih belum yakin juga sama aku?" katamu memecah sepi..
               
             "Aku bukan tak yakin padamu,tapi aku tak yakin pada diriku sendiri.." kataku..
              
            "Dan kita??"

               "Kita hanyalah bagian kecil dari serpihan-serpihan bernama takdir,kau lihat kelelawar itu?      keluar sarang,lalu pada saatnya nanti,mereka akan kembali,begitu juga kita..aku percaya,bahwa jodoh adalah puzzle2 takdir yang mulanya tersusun rapi..setiap potongan punya pasangannya sendiri2,aku tak ingin memaksa jika nyatanya kita memang berbeda.."

           "kita memang berbeda,tapi bukankah dari perbedaan itu kita bisa saling melengkapi satu sama lain?? layaknya puzzle yang kau sebutkan tadi??"

             "Kau pernah mendengar tentang saringan 3 kali dari Socrates??"

            "Aku tak suka filsafat.."

         "Ini sederhana,hanya pertanyaan tentang 3 hal,kebenaran,kebaikan,dan kegunaan,sekarang coba kau jujur pada dirimu sendiri..apakah kau benar-benar mencintaiku?? apakah mencintaiku membawa kebaikan untukmu dan untuk lingkunganmu? lalu apakah aku akan menjadi berguna untukmu??"

         "Tapi cinta bukan tentang itu semua,aku tak perlu bertanya pada diriku tentang itu smua,pun tak akan pernah sekalipun,karena aku cuma tau,bahwa aku mencintaimu,itu saja,And I will always be with you and there is nothing we can't do as long as we're together"

Lalu aku terdiam,kita sama-sama terdiam,menikmati waktu yang seakan terhenti,menikmati saat dimana masa lalu dan masa depan melebur menjadi satu,menjadi kosong..inilah senja,dan seandainya saja bisa,aku ingin mencintaimu seperti senja,tanpa bayang-bayang masa lalu,pun ketakutan akan masa depan,tanpa ketakutan akan rasa sakit dan kekecewaan.

Sementara sayup-sayup terdengar suara ibu-ibu yang memanggil anak-anaknya untuk segera pulang,karna senja akan segera berlalu,digantikan sandikala,puncak transisi antara siang dan malam..aku mundur perlahan,meninggalkanmu yang masih terdiam sendirian,semakin jauh..semakin jauhh..dan kini,yang terlihat hanya siluetmu yang indah,dengan rambut panjang tergurai dan tertiup angin senja,di atas bukit,cahaya mentari pun perlahan meninggalkanmu,meninggalkan kenangan kita,hangatnya habis di gantikan dingin malam,dan muncul rembulan,yang meskipun terang,tapi misterinya begitu menakutkan..

maafkan aku...


Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Waktu kecil,aku pernah bertanya pada kakekku tentang apa itu Takdir,lalu jawabnya 'Kau mendapatkan hasil dari apa yang kau lakukan',belum sepenuhnya aku bisa memehami maksud dari perkataannya,kakek melanjutkan 'urip iku ngunduh wohing pakerti,hidup adalah capain demi capaian dari apa yang kau lakukan,baik dan buruk hasilnya tergantung dari apa yang kau kerjakan..'

***
Malam ini,aku melihatnya tertidur begitu lelap,wajahnya damai,tanpa beban,dan ku harap hari-harinya berjalan seperti itu,gunjingan-gunjingan orang tentang siapa ayahnya tak pernah mengganggu hidupnya,layaknya bising suara kipas angin tua ini yang tak sedikit pun mengganggu tidurnya.

Setiap melihat wajah polosnya,apalagi ketika tidur seperti ini,manis dan getirnya bayangan masa lalu akan segera menghampiri,rasa sesal sekaligus syukur melebur menjadi satu,sampai aku tak tau apa yang sedang aku rasakan.

***
aku adalah gadis berumur 17 Tahun waktu itu,waktu ayahku yang katanya mantan anggota PKI itu harus meninggal ketika terjadi bentrok dengan preman-preman bayaran para investor yang ingin menjadikan lahan-lahan sawah di kampungku menjadi villa,setelah itu,ibu mengajakku pergi,meninggalkan kampung halaman yang aku sungguh mencintainya,walaupun aku tau dia tak pernah mencintaiku..dari kecil aku telah terbiasa di kucilkan,latar belakang masa lalu ayahku membuat orang-orang desa melihat keluargaku seperti sisa-sisa sampah yang menjijikan.

Orang bilang ibukota lebih kejam dari ibu tiri,tapi aku tak perduli,harapanku ketika pertama kali menginjakan kaki disini adalah 'kau tak akan sekejam kampung halamanku,jakarta..'

Hidup di kontrakan kumuh di bantaran sungai ciliwung aku masih kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dan tak tau harus berbuat apa,melanjutkan sekolah sepertinya terlalu mustahil,bisa bertahan hidup dari hasil kerja ibuku menjadi buruh cuci pun rasanya itu adalah keberuntungan paling maksimal untuk kami.

Aku tak ingin sombong,tapi parasku yang lumayan cantik adalah satu-satunya modal bagiku untuk memberanikan diri bergaul serta memiliki teman,juga karena itu pula lah,99% teman-temanku adalah laki-laki.

***
Namanya Nando,resistensinya yang begitu keras terhadap lingkungan membuatnya begitu menonjol dari teman-temanku yang lainnya,sekaligus begitu menarik di mataku. sejarah hidupku yang selalu tertekan,di kucilkan,membuatku selalu ingin memberontak terhadap dunia,terhadap lingkungan,dan pada diri si Nando lah aku menemukan itu.

Aku tak bisa memungkiri,aku mulai jatuh cinta,dan kita mungkin bisa sepakat,bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa membuat kita menjadi begitu tolol. walaupun aku tak pernah merasa menyesal setelah keperawananku di renggut Nando,tapi saat-saat aku merasa dunia ini bisa adil dan menyenangkan kembali hilang ketika akhirnya aku Hamil dan Nando menghilang begitu saja.

Penderitaan yang aku alami sedari kecil membuatku tak pernah bisa membedakan antara terus berharap dan putus asa,dan inilah yang terjadi ketika aku harus 'ngunduh wohing pakerti,memetik hasil dari apa yang aku lakukan' . aku tak pernah berfikir sedikitpun untuk menggugurkan kandungan ini. ibu ku pun,meski aku tak pernah tau apa yang dia rasakan di dalam sana,dia hanya berkata 'bertanggung jawablah,pada dirimu sendiri.'

Dan ketika anakku lahir dan baru berumur 1 minggu,ibuku meninggal,penyakit darah tinggi membawanya meninggalkan dunia yang penuh rasa sakit.

Apakah kalian pernah berfikir,apa yang bisa aku lakukan hari itu,seorang gadis yang belum genap berumur 19 Tahun,hidup sebatang kara dengan nol pengetahuan tentang mengurus anak,dan disampingnya tergeletak seorang bayi berumur 1 minggu yang kulitnya pun masih merah??

Bunuh diri?? tak pernah terfikir sedikitpun untuk melakukannya,dari pada aku membunuh diriku sendiri,setelah itu tak ada yang mengurus anakku,lebih baik aku menjual diri ini,aku mendapatkan uang untuk membesarkan anakku,dan karunia Tuhan akan paras cantik ini tak sia-sia.

Hingga detik ini,aku dan anakku bertahan hidup dari tetes demi tetes peluh kenikmatan laki-laki hidung belang,siapa perduli?? jika aku harus di kucilkan oleh lingkungan,maka sejak kecil aku telah mendapatkannya. jika aku harus hidup dengan cacian,toh pujian pun tak bisa memberiku makan.

Desir angin dari jendela yang ku buka terasa semakin kencang,aku bangkit untuk menutupnya,sebelum menutup jendela,ku lihat dilangit sana rembulan mengintip malu-malu,seakan berkata 'Anakmu mungkin butuh uang,tapi dia juga butuh bangga siapa orang tuanya,fikirkanlah..'

Dan hati ini sungguh seperti tersayat-sayat,sambil ku cium kening anakku,aku hanya bisa berbisik lirih 'maafkan aku..'

Jakarta, 11-april-2013 20:45 Wib
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Gue adalah seorang pemuda,yang lahir dan tumbuh di sebuah desa di lereng gunung slamet,bagian paling selatan dari wilayah kabupaten tegal,jawa tengah.

Dunia pasti udah tau,bahwa Indonesia adalah negri paling multikulture yang pernah ada,Indonesia kaya budaya,setiap suku,bahkan setiap daerah mempunyai kearifan-kearifan lokalnya masing-masing. tradisi-tradisi yang di lakukan oleh orang-orang nusantara,ngga sebatas kulit,sebatas perayaan atau ritual-ritual tanpa makna,tapi lebih dari itu, bahwa setiap yang di lakukan dan di ajarkan oleh nenek moyang kita adalah sesuatu yang memiliki esensi yang begitu mendalam tentang aspek-aspek kehidupan dan spiritual..dengan fakta-fakta itu,seorang temen gue bahkan sampai percaya,bahwa nusantara adalah salah satu peradaban tertua di muka bumi..ngerii ngga lo??

Gue kecil adalah gue yang ngga tau apa itu mitos,apa itu klenik dan lain-lain,tapi yang gue tau adalah di setiap  perayaan malam 1 suro yang di adakan di kampung gue,kami di ajarkan untuk selalu mawas diri,rajin-rajin instropeksi dan terus bersikap eling lan waspodo.

Orang kampung gue juga ga pernah perduli tentang keharusan membuat nasi kuning dan di bagi-bagikan ke tetangga di setiap hari kelahirannya dalam penanggalan jawa,tapi dari situ kami belajar untuk berbagi dengan orang lain.

Bahkan dalam sebuah acara pernikahan pun kami memiliki banyak sekali ritual yang harus di lewati,salah satunya adalah ritual babak kawah yaitu jika keluarga yang baru pertama kali hajatan mantu putri sulung. Ditandai dengan membagi harta benda seperti uang receh, beras kuning, umbi-umbian dan lain-lain.

Serta masih banyak lagi tradisi-tradisi lain yang sarat makna.

Lalu,beranjak dewasa,gue pergi ke kota,disini gue mulai tau ada sebuah perayaan Tahun baru masehi,seru sih,hura-hura,party-party,maen petasan,kita senang dan melupakan,bahwa kita tak punya jaminan bahwa hari esok akan tetap datang.

Beberapa bulan setelah itu,ada lagi sebuah perayaan bernama Valentine day,hari kasih sayang katanya. yang identik dengan bunga,coklat,dann..kondom..iya kondom..

Lalu,berapa bulan selanjutnya,ada lagi sebuah perayaan bernama April Mop,tepat hari ini..dimana kita di perbolehkan berbohong pada siapapun. terlepas dari fakta bahwa April Mop mempunyai sejarah kelam tentang pembantaian umat islam di spanyol,yang jelas-jelas ada di kepala gue adalah,apa untungnya?? mentolerir sebuah kebohongan walaupun sekedar main-main??

Dan kedepannya,akan ada banyak lagi perayaan-perayaan serta tradisi-tradisi yang menurut gue aneh yang entah kita mengadopsinya dari mana dan atas tujuan apa.

Gue cuma seringkali diwanti-wanti sama kakek gue dulu,bahwa jangan sampai saringan yang ada di kepala gue ini mati,jangan sampai gue menelan apapun secara bulat-bulat tanpa tau asal usul dan kebenarannya.

Dan juga maafkan jika gue sok idealis tai-taian,tapi kalau orang bilang benar dan salah cuma sebatas kepala setiap orang,maka ijinkan gue mengatakan kebenaran yang gue percaya dan ada di kepala gue.

Ok?? mari kita senang,lagi,bersama-sama :D
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Konon,setiap hal memiliki nyawa,lalu aku bertanya,apa nyawa sebuah hubungan?? Komitmen,visi dan misi bersama,jawabnya..

Dalang gemblung sujiwo tejo pernah bilang 'Puncak kangen paling dahsyat adalah,ketika dua orang tak saling smsn,tak saling BBMan,tak saling telfon-telfonan,tapi diam-diam saling mendoakan..' lalu sayang,doa apa yang kau panjatkan?? 

Aku tak pernah berfikir kita akan melangkah sejauh ini,bersama menginjak kerikil tajam dan menerobos semak belukar berduri,tapi dimana kita akan berhenti?? tidak kah kita punya tujuan?? atau kau hanya sedang iseng mengajakku berpetualang??

Puncak ada disana,kita mendaki harapan,mencoba menggapai matahari yang sedang diam, Tapi beberapa orang berhenti memanjat karena pohonnya tumbang..beberapa orang lainnya baru bangkit setelah direndahkan.

Jika kau takut ulat,maka jangan pernah jatuh cinta pada kupu-kupu.

Kata Ki nanang Hape : Jarak sering membuat kita salah kira... Saat gerhana kadang kita memaksa mengirimkan warna bunga dan bukan wanginya.




Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Banyak orang bilang,hidup itu seperti sebuah film,setiap orang memainkan perannya masing-masing,dan setiap orang adalah aktor utama bagi kisahnya sendiri-sendiri..

Begitu juga dengan aku,sejauh ini,aku hanya sedang mencoba menikmati peran ku dalam sebuah skenario bernama takdir..aku adalah seorang pemuda,yang di penuhi mimpi-mimpi akan masa depan,juga ambisi untuk membuat semuanya menjadi lebih baik.

Di bagian ini,aku sedang menjadi seorang cleaning service sebuah hotel bintang lima di jakarta,si scene-scene sebelumnya,aku adalah si tukang gali kubur,si tukang nasi goreng keliling,si pengamen dan banyak lagi profesi-profesi lainnya. yang akhirnya,membuatku semakin percaya,bahwa hidup adalah kumpulan dari berkeping-keping cerita.

NewBar LaZada Hotel 2-02-2013 02:30 WIB

Sebenarnya bukan tugasku disini,tugasku adalah menggulung sprei-sprei yang seringkali berceceran sperma di atasnya di dalam kamar hotel. dan itu sudah selesai ku lakukan sejak jam 10 tadi,seharusnya sekarang aku sudah tidur nyenyak di kamar kost di tengah perkampungan kumuh tepat di sebelah hotel mewah ini. tapi,karena gajiku bulan ini sudah ku kirimkan semau ke kampung,maka jika aku tak rajin-rajin lembur,maka 1 bulan ke depan aku terancam tak makan dan di usir dari 'kost mewahku' karena tak mampu membayar sewa. karenanya, dengan senang hati,sekarang aku berada di dalam bar ini,berada di tengah pesta,dan di tengah ratusan orang yang ntah sedang menikmati hidup yang menyenangkan,atau justru sedang melarikan diri dari hidup yang menyakitkan.

Mereka minum,mabuk,joget,muntah kemudian terkulai tak berdaya antara tidur,pingsan dan mati. dan setelah itu akulah yang membereskan meja mereka,membereskan gelas-gelasnya,membersihkan bekas muntahannya,dan juga menggendong mereka ke taksi untuk di bawa pulang.

Disudut sana,segerombolan kakek-kakek nampak asik menikmati minumannya sambil di temani bebarapa gadis muda,ah mungkin mereka ingin menikmati hidup sebelum ajal menjemputnya.

Di sebuah sudut yang lain,seorang bule nampak mabuk parah,tapi tak banyak bicara atau bertingkah,hanya minum,minum dan minum,sampai tak kuat lagi dia mengangkat kepalanya sendiri.dan brukk..terkulai tak berdaya di atas meja. 

Jika berada di lingkungan seperti ini,terkadang aku merasa bangga,bagaimana negara ku Indonesia kini telah begitu maju,disini tak ada masalah,yang ada hanya senang dan hura-hura.

Tapi,itu tak terjadi ketika aku pulang ke kost atau ke kampung,di lingkungan kost ku,para ibu-ibu mulai mengeluh tentang harga bawang yang gila-gilaan.para bapak-bapak mulai mengeluh,tentang kondisi jalanan,macet dimana-mana,membuat mereka harus cape di jalan setiap berangkat atau pulang bekerja.

Sementara di kampung ku sana,para petani mulai putus asa,harga pupuk melambung tinggi,sementara hasil panennya hanya bisa di jual dengan nilai yang rendah sekali.

di tengah alunan musik yang menghentak,di antara celah cahaya lampu disko,aku bertanya,pada siapa saja,jadi sebenarnya kita ini sedang maju atau mundur??

Kita semakin hobi hura-hura,gaya hidup kita semakin mirip dengan negara-negara maju yang sedang dilanda krisis di barat sana. perumahanan-perumahan elit di bangun dimana-mana,produsen mobil mewah membanjiri negri ini.tapi disisi lain..lahan pertanian kita semakin menyempit,jalanan kita semakin macet,harga sayur melambung tinggi di negera yang katanya maritim,dan kesenjangan sosial semakin jelas serta nampak dimana-mana.

Ah ntahlah,setengah botol chivas regal sisaan nampak menggoda di meja sana. untuk orang-orang sepertiku,tak hanya mimpi yang mahal dan tak terbeli.tapi juga minuman-minuman seperti ini aku tak akan mampu untuk membelinya,maka dari itu aku tak akan melewatkan kesempatan ini.dari pada aku pusing memikirkan negara,lebih baik ku bikin pusing sekalian dengan menenggak setengah botol Chivas regal.

Toast...

Bekasi. 20:30 WIB Di depan tv,sambil baca buku,denger radio dan main game..dua kosong kosong tiga dua kosong satu tiga.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Minggu-minggu ini gue lagi sering banget bolak-balik terminal kampung rambutan. layaknya terminal,pemandangannya pasti ga jauh-jauh dari calo,preman,pengemis,pengamen.pedagang asongan dan warna-warni simbol kesuraman lainnya.

Minggu-minggu ini pula,di TV ramai di beritakan tentang kisruh antara Tentara dan polisi. di chanel lain,sebuah stasiun televisi memberitakan meriahnya acara ulang Tahun sebuah produsen Mobil,yang dengan bangganya mengatakan bahwa Indonesia adalah pasar paling signifikan untuk penjualan produk mereka,mobil-mobil pabrikannya laku keras,dari yang standar hingga yang limited edition.

Sementara dari mulut seorang kenek metromini di terminal gue mendengar caci maki tentang macetnya jalanan. lalu dari pedagang asongan gue mendengar keluh kesah tentang harga bawang yang gila-gilaan. dan dari mulut seorang bocah pengamen gue mendengar kisah pilu tentang ibu nya yang mati ketika jadi TKI di arab saudi.

Gue jadi bingung,sebenernya apa sih yang terjadi?? maju atau mundur?? jalanan semakin macet tapi setiap kluaran mobil model baru selalu ludes disini.

Gue jadi bingung,sebenernya apa sih yang terjadi?? maju atau mundur?? TKI2 yang di juluki pahlawan devisa lagi mati-matian mempertahankan hidup dan kehormatannya di negri orang,sementara aparat-aparat disini yang di bayar untuk melindungi mereka justru ribut cakar-cakaran mementingkan golongannya sendiri.

Gue jadi bingung,sebenernya apa sih yang terjadi?? maju atau mundur?? Katanya tanah kita tanah surga,tongkat kayu di sulap jadi tanaman,subur,tanah luas,tapi kok bisa-bisanya harga bawang gila-gilaan.

Gue jadi bingung,sebenernya apa sih yang terjadi?? maju atau mundur?? Disini,sering banget di adakan konser-konser artis luar negri dengan harga tiket yang ga murah,dan ga pernah sepi penonton,tapi semalem,gue liat berita,seorang anak meninggal karena sakit dan di tolak oleh rumah sakit gara-gara ga punya duit.

Di sebuah sudut negri ini gue melihat kemajuan,tapi disisi lain gue melihat jeritan..jadi Tuhan,apa yang harus aku lakukan??

Lihatlah negeri kitaYang subur dan kaya raya
Sawah ladang terhampar luasSamudera biru
Tapi rataplah negeri kitaYang tinggal hanyalah cerita
Cerita dan cerita, terus cerita…(cerita terus)
Pengangguran merebak luas
Kemiskinan merajalela
Pedagang kaki lima tergusur teraniaya
Bocah-bocah kecil merintihmelangsungkan mimpi di jalanan
Buruh kerap dihadapi penderitaan
Inilah negeri kita
Alamnya kelam tiada berbintang
Dari derita dan derita menderita…(derita terus)

Sampai kapankah derita ini (au-ah)
Yang kaya darah dan air mataYang senantiasa mewarnai bumi pertiwi

Dinodai
Dikangkangi
Dikuasai
Dijajah para penguasa rakus

Dinodai
Dikangkangi
Dikuasai
Dijajah para penguasa rakus

~ Marjinal - Negri Ngeri ~
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

About Me

My photo
Moezaki Irkham
I'm forever blowing bubbles
View my complete profile

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2022 (2)
    • ▼  April (2)
      • Rasio Tuhan
      • EKPRESIONISME HIDUP ALA ABU KILABAH AL JARMI
  • ►  2021 (1)
    • ►  September (1)
  • ►  2020 (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2019 (4)
    • ►  April (4)
  • ►  2018 (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  October (1)
  • ►  2015 (5)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  June (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  September (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2013 (33)
    • ►  December (2)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (3)
    • ►  April (3)
    • ►  March (5)
    • ►  February (4)
    • ►  January (3)
  • ►  2012 (48)
    • ►  December (6)
    • ►  November (3)
    • ►  October (7)
    • ►  September (6)
    • ►  August (1)
    • ►  July (8)
    • ►  June (2)
    • ►  May (4)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2011 (59)
    • ►  December (3)
    • ►  November (4)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  August (8)
    • ►  July (4)
    • ►  June (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (9)
    • ►  February (9)
    • ►  January (8)
  • ►  2010 (48)
    • ►  December (3)
    • ►  November (4)
    • ►  October (5)
    • ►  August (1)
    • ►  April (4)
    • ►  March (5)
    • ►  February (15)
    • ►  January (11)
  • ►  2009 (61)
    • ►  August (23)
    • ►  June (20)
    • ►  May (18)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Created with by ThemeXpose | Copy Blogger Themes